Minggu, 01 Desember 2013

Tips Mengajar Ala Indah (1)


Aktif, Cerdas, Ceria, Berkarakter

Itu beberapa prinsip mengajar yang saya pegang ketika mengajar.
Anak aktif mencari tahu, bertanya dan berpendapat.
Cerdas dalam melihat dan memahami materi pembelajaran.
Ceria, tidak sepaneng. Serius tapi santai, tahu saatnya serius dan tahu saatnya bercanda. Berkarakter, memiliki karakter yang kuat, sopan dalam bertanya, beretika dengan guru dan teman.
Mungkin beberapa teman guru sudah melakukan prinsip-prinsip di atas, atau guru-guru yang lebih berpengalaman sudah melakukan hal-hal di bawah ini. Disini saya hanya share saja pengalaman ketika mengajar di kelas. Check this out…. :)

1.      Salam PEMBUKA FENOMENAL
Pembelajaran di kelas dimulai dengan salam dan tanya kabar,
Guru         : “Aslamualaikum Warahmutallah hi Wabarakatuh, Bagaimana kabarnya hari ini?”
Siswa        : “ISTIMEWA! “ (boleh pakai gaya Chibi-Chibi dengan meletakkan tangan terbuka di bawah pipi J)
Kenapa saya meminta mereka menjawab: ISTIMEWA?
Simple saja, setiap hari adalah hari yang ISTIMEWA! Yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kita sehingga masih bertemu untuk menuntut ilmu. Ada orang-orang yang semalam terpejam dan tidak bisa bangun lagi. Ada orang-orang yang sekarang terbaring di Rumah Sakit, dan lain sebagainya. Intinya adalah bersyukur, dengan bersyukur kita akan mengupayakan hal terbaik setiap detiknya, begitu juga dalam pembelajjaran.
Selain itu, kita pahami bersama bahwa setiap anak adalah sosok yang ISTIMEWA! Dengan kelebihan dan kekurangan mereka, perlakukan setiap anak dengan seistimewa mungkin, perhatian yang sama. Jangan pilih-pilih.

Kata “ISTIMEWA!” ini bisa diganti dengan “LUAR BIASA”, “MANTAP” atau “SUKSES!”
Disesuaikan dengan filosofi masing-masing guru, intinya berikan sentakan SEMANGAT ketika memulai pembelajaran :)

        http://sulthonulmubarok.com

2.      MOTIVASI
Sebelum masuk ke materi pembelajaran. Usahakan anak memiliki semangat dan kesadaran tinggi untuk menuntut ilmu. Salah satunya adalah dengan memberi motivasi, bisa dengan cerita hikmah atau video motivasi. Minta anak untuk mengambil hikmah dari apa yang mereka dengar dan lihat, setelah itu kita hubungkan dengan semangat belajar. Pada bagian ini juga bisa sekalian disisipkan tujuan pembelajaran dan kegunaan materi pembelajaran pada kehidupan.

3.      MENULIS di 10 menit pertama/terakhir
Dalam buku Guru Inspiratif (Sukadi dan Sumarni), terdapat  tulisan yang menceritakan ada guru yang selalu meminta muridnya menulis di 10 menit pertama. Tujuannya untuk mengembangkan kemampuan bahasa dan mengekspresikan ide serta gagasan.
Sebelumnya saya tidak berpikir untuk menerapkan cara ini pada kelas saya, tapi karena mengetahui fakta di lapangan,  anak-anak  ketika menulis jawaban uraian selalu singkat dan padat, padahal pertanyaannya memerlukan penjelasan yang gamblang.  Ditambah lagi di Kurikulum 2013 soal-soal ujian dibuat uraian, lalu bagaimana kalau mereka terus menerus menjawab seperti itu?
Ya…anak-anak menjawab singkat padat bukan tanpa alasan, mungkin karena tidak ada materi pembelajaran yang tersimpan alias ujian dengan otak kosong atau sebenarnya materi tersimpan rapi tapi  susah untuk mengungkapkan kembali. Dan akhirnya, saya meminta mereka untuk menulis, selain melatih kemampuan menulis mereka tapi yang paling utama mereka belajar untuk mengungkapkan, mengekspresikan ide dan gagasan mereka secara sistematis dan dapat dipahami orang lain. Tema yang diambil tak selalu tentang materi sekolah tapi juga tentang keseharian, pengalaman, dan sebagainya. Dan ada FAKTA-FAKTA menarik ketika kita tahu apa yang mereka tuliskan. 
Try it on your class! Feel the sensation!!



4.      Ajarkan dengan CONTOH
Materi yang disampaikan sebaiknya diberikan contoh yang dekat dengan kehidupan, agar anak punya gambaran jelas tentang apa yang dipelajari. Dengan begitu Insyaallah mereka akan lebih mudah untuk paham. Selain contoh, lakukan simulasi  misalnya ketika menjelaskan tentang rapat, anak-anak diminta untuk maju ke depan untuk simulasi rapat. Ketika materi Etika Bertelepon kita berikan simulasi bagaimana menelepon yang baik.

5.      INTERMEZZO (Ice breaking, music)

Jam pembelajaran yang panjang akan membuat anak merasa jenuh, Beri selingan ice breaking, yang mungkin bisa didapatkan dari internet, buku-buku atau acara-acara workshop yang diikuti. Kadang juga putarkan slow music atau classic music ketika mereka sedang berdiskusi atau mengerjakan latihan soal, ini sifatnya kondisional, bisa by request.





To be continue.....

2 komentar:

  1. wah muridnya pasti seneng pada dijadikan model blog..
    wkwkwk..
    keep posting

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha. mereka nggak sadar ug kalo aku jadiin model :D

      Hapus