Aktif, Cerdas, Ceria, Berkarakter
Itu
beberapa prinsip mengajar yang saya pegang ketika mengajar.
Anak aktif mencari tahu, bertanya dan
berpendapat.
Cerdas dalam melihat dan memahami materi
pembelajaran.
Ceria, tidak sepaneng. Serius tapi santai, tahu saatnya serius dan tahu saatnya
bercanda. Berkarakter, memiliki
karakter yang kuat, sopan dalam bertanya, beretika dengan guru dan teman.
Mungkin
beberapa teman guru sudah melakukan prinsip-prinsip di atas, atau guru-guru
yang lebih berpengalaman sudah melakukan hal-hal di bawah ini. Disini saya
hanya share saja pengalaman ketika mengajar di kelas. Check this out…. :)
1.
Salam PEMBUKA FENOMENAL
Pembelajaran di kelas dimulai dengan salam dan tanya kabar,
Guru : “Aslamualaikum Warahmutallah
hi Wabarakatuh, Bagaimana kabarnya hari ini?”
Siswa : “ISTIMEWA! “ (boleh pakai gaya Chibi-Chibi dengan
meletakkan tangan terbuka di bawah pipi J)
Kenapa saya meminta mereka menjawab: ISTIMEWA?
Simple saja, setiap hari adalah hari yang ISTIMEWA! Yang telah diberikan
oleh Tuhan kepada kita sehingga masih bertemu untuk menuntut ilmu. Ada
orang-orang yang semalam terpejam dan tidak bisa bangun lagi. Ada orang-orang
yang sekarang terbaring di Rumah Sakit, dan lain sebagainya. Intinya adalah bersyukur,
dengan bersyukur kita akan mengupayakan hal terbaik setiap detiknya, begitu
juga dalam pembelajjaran.
Selain itu, kita pahami bersama bahwa setiap anak adalah sosok yang
ISTIMEWA! Dengan kelebihan dan kekurangan mereka, perlakukan setiap anak dengan
seistimewa mungkin, perhatian yang sama. Jangan pilih-pilih.
Kata “ISTIMEWA!” ini bisa diganti dengan “LUAR BIASA”, “MANTAP” atau
“SUKSES!”
Disesuaikan dengan filosofi masing-masing guru, intinya berikan sentakan
SEMANGAT ketika memulai pembelajaran :)
http://sulthonulmubarok.com
2.
MOTIVASI
Sebelum masuk ke materi pembelajaran. Usahakan anak memiliki semangat dan
kesadaran tinggi untuk menuntut ilmu. Salah satunya adalah dengan memberi
motivasi, bisa dengan cerita hikmah atau video motivasi. Minta anak untuk
mengambil hikmah dari apa yang mereka dengar dan lihat, setelah itu kita
hubungkan dengan semangat belajar. Pada bagian ini juga bisa sekalian
disisipkan tujuan pembelajaran dan kegunaan materi pembelajaran pada kehidupan.
3. MENULIS di 10
menit pertama/terakhir
Dalam buku Guru Inspiratif (Sukadi dan Sumarni), terdapat tulisan yang menceritakan ada guru yang selalu
meminta muridnya menulis di 10 menit pertama. Tujuannya untuk mengembangkan
kemampuan bahasa dan mengekspresikan ide serta gagasan.
Sebelumnya saya tidak berpikir untuk menerapkan cara ini pada kelas saya,
tapi karena mengetahui fakta di lapangan, anak-anak ketika menulis jawaban uraian selalu singkat
dan padat, padahal pertanyaannya memerlukan penjelasan yang gamblang. Ditambah lagi di Kurikulum 2013 soal-soal
ujian dibuat uraian, lalu bagaimana kalau mereka terus menerus menjawab seperti
itu?
Ya…anak-anak menjawab singkat padat bukan tanpa alasan, mungkin karena
tidak ada materi pembelajaran yang tersimpan alias ujian dengan otak kosong
atau sebenarnya materi tersimpan rapi tapi susah untuk mengungkapkan kembali. Dan
akhirnya, saya meminta mereka untuk menulis, selain melatih kemampuan menulis
mereka tapi yang paling utama mereka belajar untuk mengungkapkan,
mengekspresikan ide dan gagasan mereka secara sistematis dan dapat dipahami
orang lain. Tema yang diambil tak selalu tentang materi sekolah tapi juga
tentang keseharian, pengalaman, dan sebagainya. Dan ada FAKTA-FAKTA menarik
ketika kita tahu apa yang mereka tuliskan.
Try it on your class! Feel the sensation!!
Try it on your class! Feel the sensation!!
4. Ajarkan dengan CONTOH
Materi yang disampaikan sebaiknya diberikan contoh yang dekat dengan
kehidupan, agar anak punya gambaran jelas tentang apa yang dipelajari. Dengan
begitu Insyaallah mereka akan lebih mudah untuk paham. Selain contoh, lakukan
simulasi misalnya ketika menjelaskan
tentang rapat, anak-anak diminta untuk maju ke depan untuk simulasi rapat. Ketika
materi Etika Bertelepon kita berikan simulasi bagaimana menelepon yang baik.
5. INTERMEZZO (Ice
breaking, music)
Jam pembelajaran yang panjang akan membuat anak merasa jenuh, Beri selingan ice breaking, yang mungkin bisa didapatkan
dari internet, buku-buku atau acara-acara workshop yang diikuti. Kadang juga
putarkan slow music atau classic music ketika mereka sedang
berdiskusi atau mengerjakan latihan soal, ini sifatnya kondisional, bisa by request.
To be continue.....


wah muridnya pasti seneng pada dijadikan model blog..
BalasHapuswkwkwk..
keep posting
hahahaha. mereka nggak sadar ug kalo aku jadiin model :D
Hapus