Minggu, 26 Juni 2011

INDIGO

Liburan sekolah telah tiba, banyak pilihan untuk mengisi acara liburan ini, ada yang berkunjung ke rumah saudara, bertamasya ke taman hiburan, berkemah atau menonton televise di rumah. Dari berbagai pilihan, ada sekitar 120 anak usia Sekolah Dasar memilih untuk mengikuti pesantren kilat selama 3 hari, yaitu tanggal 23 – 25 Juni 2011.

Saya ditawari teman saya, Avil, untuk menjadi bagian dari acara ini. Tapi saya baru bisa datang hari ke-2,karena hari ke-1, Kamis, saya masih ada agenda di kampus. Saya tiba di pesantren tepatnya di desa Kranggan,Klaten sekitar jam 13.30 hari jumat.

Saya melihat begitu antusiasnya anak-anak ini mengikuti acara pesantren kilat. Pada pesantren ini, ada materi muriqi, mendongeng, outbond, renang, membuat ketrampilan pokoknya hal-hal yang bermanfaat tapi menghibur. Subhanaallah…ini merupakan acara yang sangat bagus.

Banyak hal yang menarik buat saya di acara ini, misalnya untuk pertama kalinya saya dipanggil ‘Ustadzah’. Subhanallah, saya merasa belum pantas untuk mendapat panggilan tersebut. ilmu agama saya tidak lebih baik dari anak-anak ini. Terlihat ketika anak-anak, mulai melafalkan surat An-Naba dengan muriqi, dan saya masih kebingungan mencari An-Naba surat keberapa ya? Astagfirullah… Tapi semoga ini dapat menjadi cambuk saya untuk lebih baik lagi.

Selain itu, untuk pertama kalinya, saya bertemu dan menemani anak yang kata temen saya,, anak indigo, saya sering mendengar istilah ini,tapi saya belum benar-benar paham akan hal ini. Yang saya tahu, anak indigo, anak yang berbeda dari anak-anak pada umumnya, sibuk dengan dunianya sendiri dan memiliki kecerdasan khusus, punya sense lain.


Namanya, Nuaim, anaknya pendiam, ditanya jarang sekali jawab, sibuk melakukan sesuatu sendiri, jika diganggu dia akan marah, mengambil makanan temanya tanpa rasa bersalah, nggak mempan dsindir… what else? Hmm…seharusnya saya mengenal dia lebih awal agar bisa mengamatinya, sayangnya saya baru tahu dia di hari ke-3…

Saya membayangkan kalo anak-anak indigo ini tidak mendapat perlakuan khusus, apa yang terjadi? Ya…Alhamdulillah si Nuaim ini tumbuh di keluarga yang memiliki nilai-nilai ukhrawi yang bagus. Dan anak indigo ini saya rasa tak hanya Nuaim, pasti ada banyak Nuaim-Nuaim lain di luar sana. Ketika anak indigo ini tidak mendapat perlakuan khusus maka dikhawatirkan hal-hal yang kurang baik akan mengiringi pertumbuhan mentalnya, dia akan terkucil, merasa rendah diri dan mungkin juga dia akan menjadi pemberontak. Yah… anak-anak berkebutuhan khusus ini pernah diceritakan oleh Torey Hayden dalam bukunya ‘Sheila, Luka Hati Seorang Gadis Kecil’. Hmm…tapi saya belum selesai membacanya.

Wow…Saya penasaran dengan anak indigo ini, dan saya merasa ingin tahu lebih banyak. What for? Hanya pengin tahu saja. Mungkin suatu saat akan bermanfaat. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar