Jumat, 05 Agustus 2011

Jam menunjukkan pukul 01.09 tanggal 10 Juli 2011.

Baru saja mencoba latihan Desain Aplikasi Komputer Akuntansi Berbasis General Ledger Excel.. fuihh..panjang bener judulnya. Hahaha...itu bagian dari training lifeskill yang diadakan oleh BKK Akuntansi. Hmm..besok senin mesti ujian untuk bisa dapat sertifikat. Padahal tau saja bagaimana rumus2 excel, panjaaaaanggg beutzz...apa mesti dihapalkan? cukup dipahami. Gegege.

Selain lifeskill Komputer Akuntansi, saya juga mengambil lifeskill menulis. Yang menuntut tiap hari menghasilkan tulisan=>jangka pendek. Walaupun itu hanya sekedar 'Kring SoloPos'. Selain Kring SoloPos, Senin besok harus mengumpulkan esai mahasiswa. Target PKM jangka panjangnya.

Liburan saya, rutenya tetap rumah-kampus-rumah-kampus. Hmm..benar2 berasa tak liburan. Saya rasa Bank Mini(Lab.Akuntansi) juga sedikit menyita waktu saya karena hampir tiap hari mesti ke kampus, melayani kakak tingkat yang mau pendadaran. Yah, saya pernah baca, kalau kita membantu menyelesaikan urusan orang lain, maka Allah akan membantu menyelesaikan urusan kita. Begitu juga ketika kita sibuk menyelesaikan urusan kita sendiri maka Allah akan sibuk menyelesaikan urusan orang lain. Subhanaallah...

Tetapi mungkin saya butuh beberapa hari atau 1minggu saja saya ingin merasakan benar-benar liburan. Dalam hal ini melaksanakan planning saya selama liburan. bikin PKM. Belajar masak. Silaturahmi. Belajar Nyulam. Belajaar TOEFL. wow....banyak sekali.

-saya belum ngantuk ni, mungkin efek dari Chochocino yang saya minum jam 21.00 tdi,padahal nanti jam 5.30 saya mesti udah di kampus. Amanah dari LAZIS untuk membawa adik2 ke acaranya Kak Seto di Sriwedari. Semoga ada ilmu yang bisa saya petik-

Saya suka saat2 seperti ini, hanya saya, netbook dan suara dan music player yang mengisi pagi. Sunyi. Rasanya tak ingin tidur. nulis terus.

Teringat penggalan kalimat dari kompasiana(6/7) yang tak sengaja saya baca,

"Janganlah pernah mengemis cinta. Cinta sejati tidak bertepuk sebelah tangan. Jangan pernah membangun hubungan cinta di atas perasaan takut. Dalam cinta tidak ada ketakutan, sebaliknya keberanian, sejahtera dan penguasaan diri."



Saya sedikit tertohok dengan kalimat2 diatas. Karena membuat saya berpikir tentang apa yang saya jalani beberapa tahun ini. Apa ini termasuk MENGEMIS CINTA? APA INI BERTEPUK SEBELAH TANGAN? APA INI TERMASUK SABAR ATAU MENGEMIS? Astagfirullah... dan saya kebingungan untuk menjawab pertanyaan ini.

Dulu saya begitu yakin, bahwa he's the best I ever had. Yah..karena kami benar2 saling memahami dan melengkapi. Kami memang berbeda, mungkin bisa dibilang ekstrovert vs introvert. Tapi kami memiliki beberapa persamaan prisnsip. Dan itu yang saya suka. Kami tidak berpacaran. Walaupun ada yang bilang,'kayak gitu namanya udah pacaran ndah, udah jangan jadi orang munafik deh!'. Dikata2in kayak gitu, saya tetep keukeuh tak mau dibilang pacaran, orang kita tak melakukan layaknya orang pacaran-versi saya- lagian saya memang berprinsip memang tak mau pacaran. Itu hal yang saya pegang. Saya tak peduli orang mau bilang saya munafik. Orang bebas untuk berpendapat.

Saya rada risih kalo pake'cinta', terlalu lebay menurut saya. Hohoho. Menurut saya, dia adalah laki-laki yang baik. Yang paling bisa mengerti saya. Terlalu banyak yang kami lewati bersama. Meski jarak memisahkan. Tapi kami selalu bisa terhubung. Saya bisa tertawa dan marah tanpa beban. Karena saya benar2 nyaman.

Namun..2 tahun terakhir ini. Rasanya semua berbeda. Saya tak tahu kenapa dia berubah, mungkin karena kesibukannya atau sebenarnya saya tak tahu sebenarnya dia, yah...dia sebenarnya adalah seperti ini. Sabar dan ikhlas yang bisa saya lakukan. Selama 2 taahun itu juga. Hanya rasa takut yang saya rasakan. Takut kehilangan dia. Takut ganggu dia. Takut bikin dia marah. Takut. Takut.

Mama temen saya-Bu Tuti- menyarankan saya untuk melepaskannya. Mungkin memang saya harus mencoba hal itu. Agar keadaan tak stagnan seperti ini. Sayangnya ini tak mudah. Harus berkali-kali jatuh bangun. Sampai akhirnya temen saya-Wiwid- bilang, 'Ikhlaskan saja ndah, nanti hatimu akan lebih tenang!' Nama dia di kontak pun saya beri nama 'Ikhlaskan' agar tak terbayang2. Kombinasi antara melepaskan dan mengikhlaskan adalah hal terbaik saat ini..:)

Hanya pasrah dan ikhlas pada Sang Penguasa semesta untuk hasil akhir cerita ini. Karena saya tak tahu apakah mampu bertahan untuk menghadapinya...

Hmmm...dan saya memilih bertahan. Sabar. Semua akan indah pada waktunya. Trust it!!

Sebenarnya masih banyak hal yang pengin diceritain, yaah...agar tidak terkesan subjektif. tapi saya mesti tidur dan bangun jam 4 pagi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar