Senin, 28 Mei 2012

SEPASANG KAKEK-NENEK....


(9/5)Terpaku melihat sepasang suami istri berusia sekitar 60-70 tahun. Patutlah kita memanggilnya sepasang kakek-nenek. Mereka berjalan pelan bergandengan tangan keluar dari Toko Petra, sebuat toko bahan kerajinan di Kalirangan. Yah..saya juga dari toko tersebut untuk membeli perlengkapan jilbab handmade#pkm#. Saya kira mereka berdua akan naik becak yang stand by di depan toko, owhh..ternyata tidak! Menuju ke Kijang Inova hijau pupus dan bersopir, si nenek masuk ke dalam mobil, si kakek yang bertopi#necis tapi lembut# tidak langsung masuk tapi mengarahkan mobilnya keluar dari parkiran tepi jalan seperti sudah terbiasa... Walaupun disana ada tukang parkir#tapi tukang parkirnya agak lola datengnya telat.hehehe#

Sekilas saya bener-bener kagum pada pasangan itu, di usia senjanya masih bareng-bareng terus, dan si nenek masih produktif untuk membeli bahan-bahan kerajinan. Saya rasa mereka dulunya orang-orang muda yang bekerja keras untuk investasi hari tua dan memiliki anak yang mudah ‘dikendalikan’. Pengin kalau tua nanti seperti mereka... tetep bersama orang yang kita sayang dan yang penting tetap produktif #walaupun tidak komersial# setidaknya ada hal-hal positif yang dapat jadi contoh semangat untuk anak-cucu... 

Rabb, Sang Pemilik Kehidupan
mudahkanlah hamba menuju jalan yang Kau ridhoi dan mencapai kehidupan terbaik...

Beberapa hari kemudian, tepatnya hari Jumat(11/5) saya harus ke Karanganyar untuk suatu keperluan. Saya meihat sepasang kakek-nenek berusia 60-70an yang berjalan tertatih-tatih di tepi jalur lambat, mereka bergandengan, tapi penampilan mereka jauh dari layak. Rasanya kasian melihat mereka. Sepertinya si nenek sudah mengalami gangguan penglihatan tapi si kakek begitu sabar menuntun si nenek menepi untuk beristirahat.... rasanya ingin berhenti sebentar. Tapi saya sudah ditunggu teman di kampus , sepanjang jalan menuju kampus hanya istigfar yang terucap dari bibir ini. Dimana anak-anak mereka? Keluarga mereka? Walaupun mereka seperti itu, hidup dalam keterbatasan kenapa masih saling menerima? Saya pikir, di usia seperti itu mereka sudah pikun. Apalagi di usia mereka tidak ditunjang dengan gizi yang memperburuk kepikunan, berbeda dengan sepasang kakek-nenek yang pertama, mungkin anak-anak mereka membelikan vitamin dan rutin cek kesehatan yang berdampak memperlambat kepikunan. Tapi kakek-nenek kedua masih terlihat seia-sekata?? Saya rasa itu akumulasi dari tindakan bawah sadar yang dilakukan ketika mereka masih muda. Yang tanpa kita sadari telah menjadi habit di sepanjang kehidupan... 


The conclusion are, manfaatkan masa muda sebaik mungkin, seproduktif mungkin. Untuk investasi di hari tua. Sebagai seorang yang masih single 20% dari pendapatan bulanan harusnya ditabung, tidak kita habiskan untuk konsumsi... dan setia pada pasangan!!#nantinya...#

Pernah denger kalimat ini? Kecil dimanja, Muda Kaya Raya, Mati Masuk Surga...  #sapa yang nggak pengin?#

Selasa, 27 Desember 2011

SEKOLAH PINTAR MERAPI, Penuh Inspirasi....

December 25th 2011

Bagian dari tahun ini. Akhir tahun. Ditengah himpitan, dirapatnya tugas, dikeringnya dompet. Hauah. Terbersit untuk melanjutkan misi yang tertunda.

Silaturhmi ke Sekolah Pintar Merapi

(sekolah non formal yang didirikan untuk sarana pembangkitan semangat anak-anak yang terkena bencana letusan Merapi beberapa waktu lalu)




Ini berawal dari keinginan membuat ASRAMA UNTUK ANAK-ANAK SD BELAKANG KAMPUS,

Berawal dari melihat semangat anak-anak untuk belajar, betapa antusiasnya mereka belajar. Melihat bahwa tutur kata mereka belumlah baik, tingkah laku mereka belum sempurna. Melihat begitu banyaknya potensi di diri mereka, yah...walo semuanya masih abstrak. Belum jelas. Tapi mereka butuh orang-orang yang mau membimbing penemuan potensi mereka, menuntun setiap langkah menuju asa mereka. Karena kondisi keluarga, orang tua kadang hanya memberikan sebagian hak anak, yaitu nafkah. Apa mau dikata, pendidikan dan pemahaman setiap orang tua berbeda dan kebanyakan mereka adalah kaum marginal, yang hidupnya masih dibawah garis. Mereka kebanyakan juga kaum urban. Coba mengadu nasib di kota kecil ini, Solo.

Walau ada beberapa anak yang sudah baik dan berada di keluarga yang baik juga, baik secara materi maupun pendidikan. Tapi saya mencoba mengeneralisasi,agar kita segera punya solusi untuk masalah-masalah seperti ini. Hmm..bahkan ada anak-anak kelas 6 SD yang perilakunya seperti orang dewasa: miras, tindik, tatoan. Saya belum bertemu dengan anak-anak tersebut, tapi saya mendengar cerita dari warga dan adek-adek binaan di LAZIS UNS. Miris.

Mahasiswa dituntut untuk lulus cepat, IP bagus, dapat kerjaan mapan. Mahasiswa disibukkan dengan tugas dan ujian yang datang bertubi-tubi, rasanya sudah tak ada ruang untuk bernafas. Kalau sempat bernafas, itu pun untuk kegiatan-kegiatan yang menunjang masa depan mereka. Itu tak masalah. Itu baik. Karena memang sekarang zamannya seperti itu. Tapi sebagai mahasiswa kita tidak boleh memiliki idealisme pragmatis, yang hanya berkutat pada pemahaman-pemahaman yang sulit dicerna oleh realita. Mahasiswa seharusnya banyak melihat sekitar, karena mereka nantinya akan terjun ke masyarakat... Yah..tembok kampus terlalu kokoh untuk melihat sekitar. Padahal masyarakat excited sekali kalau mahasiswa mau mendatangi mereka, dalam arti bikin acara yang mempartisipasikan mereka.

Bingung dengan tulisan saya?? Bertele-tele? Hehehehe. Maklum,saya sedang belajar. #ngeles#. Pada intinya begini, kita perlu mengadakan asrama ataupun semacam pendampingan yang intesif pada anak-anak belakang kampus UNS sebagai upaya mengembangkan potensi mereka, memupuk mimpi-mimpi mereka, menuntun mereka menjadi anak yang mandiri, religius, berkarakter dan nasionlis. Implikasinya ketika mereka dewasa, akan memiliki bahan yang cukup untuk perbaikan keluarga mereka. Jangka panjangnya rantai kemiskinan di sekitar kampus akan terkurangi. Mahasiswa sebagai relawan, instruktur dan manajerial pendampingan akan memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Jadi ketika mereka sudah tidak di lingkungan kampus, bekerja di suatu tempat... rasa peduli mereka masih ada. Dan berusaha menebar kebaikan untuk lingkungan dimana mereka tinggal. Kalau itu benar-benar dapat terealisasikan, subhanallah sekali.. :)

Kembali ke SEKOLAH PINTAR MERAPI di Posko Umbulharjo,Cangkringan, Kaliurang



Kami, saya, Lala(P.Biologi 09), Anna(P.Akuntansi 09), Evi(P.Akuntansi 09), Vety(FH 09), Via(FH 09) dan Mas Faizal(FT 07) berangkat sekitar pukul 7.20, menuju UNY untuk berangkat bareng dengan relawan SPM(Sekolah Pintar Merapi). Oia kami kesana bukan atas nama organisasi tertentu, karena kami hanyalah orang-orang yang pengin nimba ilmu, cari pengalaman, refreshing... Hohoho.

Keberangkatan kami ditemani dengan cuaca yang tidak mendukung, hujan, panas, hujan, panas, hujan lagi...(bolakbalik pake-lepas mantol). Apapun itu, pada intinya kami mendapat beberapa pelajaran yang berharga, dan harus ditulis agar tidak lupa. Hauah. Pelajaran itu kami dapat dari mas Pidi Winata(direktur SPM, UNY), mb Uzi, mb Putri, mb Lilin, Mb Esti,mb Aulia, mas Syahrir, pokoknya relawan SPM semua dah.. beberapa pembelajaran itu, antara lain:

1. Untuk memulai suatu program, yang dilakukan pertama kali adalah KLAIM. Sebuah pengakuan adanya suatu program, pasang spanduk, pamflet yang banyak. Intinya woro-woro dulu. Masalah teknis menyusul. Tak perlu menunggu semuanya sempurna baru memulai. Ini saran untuk kegiatan sosial seperti SPM.

2. Penentuan tempat. Bisa dilakukan di rumah warga. Anak-anak berkumpul sedikit demi sedikit, kadang mereka juga belajar di bawah pohon dimana pamflet itu ditempel...

3. Waktu bisa dilakukan 2 hari sekali atau fleksibel

4. Kegiatan-kegiatan yang direncanakan(dan beberapa sudah berjalan), yaitu: Sanggar Bintang, Sanggar Seni, Kelompok Usaha, Rumah Pintar, Sekolah Olahraga(Sepakbola), Jurit malam, Pengajian ibu-ibu

5. Pemberian nama program, yang simpel dan nyeleneh, begitu juga dengan logo-logonya.

6. Butuh tim dengan orang yang rada nyeleneh, gila, sedikit liar, maksudnya orang-orang yang out of the box’s mindest. Kalaupun tidak, setidaknya saling melengkapi... Berproses. :D

7. Hal yang sedikit terlupakan adalah masalah OLAHRAGA, saya menjadi terinspirasi bikin pertandingan sepakbola/futsal untuk anak-anak binaan LAZIS, tempat dimana saya berkecimpung. Pasti seru!! Hehehe. Yah..karena saya melihat mereka begitu antusias maen bola(di suatu sore;red)

8. Pembinaan untuk warga sekitar, seperti pengajian. Ini mungkin bisa menjadi lahan dakwah untuk organisasi keagamaan di kampus. Tapi kalo temen-temen dari LAZIS mungkin mau mengadakan saya kira tak ada salahnya...:)

9. Ternyata banyak juga orang-orang yang peduli dan bergerak di lingkup yang hampir sama, anak-anak. Di kampus lain. Di tempat lain. Walopun Dusbin-dusbin organisasi internal banyak namun saya lihat kurang termanajemen(maaf, untuk yang punya dusbin). Maksud saya, untuk kegiatan sosial seperti pendampingan butuh keseriusan dan keberlanjutan. Yah..kalo bisa itu berdiri secara indepedent, agar bisa menentukan nasibnya sendiri. Tapi bukan berarti tidak bekerjasama.

10. Berusaha untuk kerjasama dengan pihak-pihak yang berkaitan, agar dapat share program

11. BERANI!!!

diskusi dengan teman-teman SPM

Ada juga cerita dari Mas Pidi tentang seorang ibu unik dan nyeleneh, yang menjadi ibunya anak-anak jalanan, buka usaha warung makan. Tapi dia mampu menyekolahkan anak-anak jalanan tersebut. Mereka makan juga disitu, ibu tersebut pun tidak minta balas materi dari anak-anak tersebut. Subhanaallah. Yah..untuk berbagi tak harus punya banyak, dengan yang sedikit pun sudah bermakna.

Mungkin, beberapa orang akan berkata keinginan saya terlalu tinggi, idealis atau biasa-biasa saja?? Tak apa. Tak ada jaminan juga kalo keinginan saya akan menjadi kenyataan. Saya hanya melihat, menulis dan melakukan usaha untuk sedikit perbaikan. Kalaupun keinginan untuk Asrama atau pendampingan yang sejenisnya sekarang ini belum bisa terealisasikan, mungkin besok-besok adek-adek tingkat atau orang lain nun jauh disana yang mewujudkannya... :)


Yah..idealisme adalah sebuah proses. Ketulusan itu pun juga proses. Tak ada jaminan kita akan menjadi idealis dan tulus selamanya, tapi kalo kita tidak mulai dari sekarang, kapan kita akan berproses??? Time is limiit guys... :D





mampir @ Pecel Lele Lela...yummy...:D


Pengin tahu lebih banyak tentang Sekolah Pintar Merapi? Look at http://www.sekolahpintarmerapi.org/

Jumat, 23 Desember 2011

Part of December...

December, 22nd 2011
At 10.27 p.m

Hari ini saya cukup BAHAGIA!! Hmm..tugas-tugas kuliah mulai berguguran! –horeeee....- yah...walo masih ada tiga tugas yang tertinggal dan semuanya berbau makalah... hmmm...bau!!

Semua berjalan normal, dan rencana saya untuk silaturahmi ke Sekolah Pintar Merapi tanggal 25 desember insyaallah akan berjalan lancar. Ammiiin.

Bada ashar tadi saya menemani teman, sebut saja Fila, untuk membelikan gamis pesanan ibuknya yang ada di Kalimantan. Standarnya orang Solo, kalo nyari baju ato apapun yang berbau batik tetep di Pusat Grosir Solo kalo gak ya Klewer. Dan kami memilih menuju ke tempat pertama, selain nyaman harga tawarnya pun gak alay*berlebihan;red*. Gamis kelelewar bahan paris bermanik di bagian depan jadi alternatif pilihan kami, yah...setelah bebeapa kali muter dan setelah proses tawar menawar, jadilah gamis itu berharga Rp 150.000,00. 3x harga kemeja batik yang dibeli Fila buat Bapaknya. Dalam arti, harga baju cewek 3x lebih mahal dari baju cowok!!! Ini nggak berlaku mutlak kok, jadi buat cowok-cowk nggak perlu protes, okey??

So, apa hubungannya gamis ibunya Fila sama saya?? Apa hubungannya harga gamis dengan diri saya?? Hehehe. Itu bukan titik poinnya kawan.. sembari hunting gamis, saya melihat batik sarimbit*berpasangan;red* unyu banget... Yang cewek modelnya gamis yang cowok modelnya kemeja!! Harganya Rp 100.000,00!! Miring!! Jadi penginn beli... tapi mo tak pake pasangan ma sapa?? Itu yang susah. Nyari pasangan.
Yah..batik sarimbit tadi mengingatkan saya pada seseorang, sebut saya F, setiap lihat baju cowok, pengin rasanya beliin buat dia... *sok sweet* maybe someday, we will wear together... Ngebayangiinnya aja, kayak cucuk banget. Hahahaha. Tapi maaf, saya harus meng-cut imajinasi , padahal saat itu juga pengin sms ke F, “Eh, tadi aku lihat batik sarimbit unyu banget! Harganya cma Rp 100rb! Hmm...kapan yak bisa pake bareng?” *hwuahwa...smsnya nggak kalah unyu! Hohhoho*

Sayangnya, imajinasi saya dan hasrat untuk sms benar-benar terhenti, ketika ingat: “Bismillah untuk melepasmu, Fokus pada ilmu pengetahuan” hmm...sms yang udah out of date, singkat dan bermakna daleeemmm bangeet. Kalo bahasa jawa timurnya, ‘wis ra usah ganggu aku reekk’ . hehehe..agak berlebihan sih, tapi itu maksudnya... :D
Sebenarnya saya merasa malu kalo mau sms atau telepon F, harus mikir seribu kali. Yah..karena kesannya saya yang ngejar-ngejar dia *miris*, jadi saya berusaha untuk tidak melakukannya lagi. It’s enough. Walo saya tahu*ato sok tau* kalo dia masih punya perasaan ke saya. Tapi karena dia tipikal pemikir, knowledge oriented jadi semua yang berbau perasaan tidak digubris.. jadi saran-saran majalah remaja ababil, metropop nggak ampuh buat nerjemahin maksud dia ke saya. Misalnya, ketika cowok mulai berubah, jadi jarang angkat telepon, bales sms, harus diselidiki pasti ada yang tidak beres, ato mungkin ada ‘someone else’??? Hmm..sayangnya F nggak bales sms, nggak angkat telepon karena ‘berduaan’ sama robot.... Hwuahwa. Saya diduain dengan robot???

Sudahlah. Lupakan F untuk sementara. Intinya saya Cuma butuh orang yang mau dengerin cerita-cerita konyol saya, dengerin masalah-masalah hidup saya yang bak air terjun... turun terusss...mengalir terus... thank’s buat AV yang mau ndengerin saya via udara *dipikir2 antar paragraf nggak ada hubungannya.hmm.belajar nulis yang benar yak! :P*
Bada magrib mpe rumah, ada ponakan yang dateng. Alhamdulillah yah. Umminya cerita kalo di Pondok dia dapet rengking 7,subhnaallah..padahal Dilah*ponakan;red* sekolah Sdnya bukanlah dari SDIT atopunn pondok. Maksudnya tingkat hafalan dan pengetahuan agamanya nggak ketinggalan jauh dari teman2nya yang di sekolah Islam Terpadu. Tadi saya pesan ke dia, buat rajin belajar, nanti kalo udah besar bisa kuliah ke Mesir, Mekah, atopun Yaman. Amiinn. Setidaknya keluarga kami mulai berbenah... 
Tadi siang ngopy Downloadan Acara MATA NAJWA, isinya tentang Ironi Pendidikan di Indonesia. Kejujuran seperti suatu hal yang mahal. Sekolah seperti menggegam bulan bagi mereka yang papa. Sampai-sampai Najwa bilang, Sekolah MAHAL membuat kita takut GAGAL!!


That’s right. Saya rasa untuk memperbaiki itu semua perlu adanya dukungan dari guru-guru yang berkarakter dan ibu-ibu yang mencintai anakya dengan tulus. Karena dengan cinta tulus anak akan belajar dihargai, dan memudahkan aktualisasi.

Begitulah hikmah hari ini...
Nice day.

Senin, 22 Agustus 2011

Kemarin, Sore Ini dan Mbak Linda

Kemarin (20/8/2011) saya rasakan hari begitu sempurna. Tiga Agenda terlampui dengan baik. Jam 13.40 Kajian kader ekonomi FKIP kemudian ikut sharing-sharing Kemendagri di samping rektorat. Sekitar jam 16.30 baru meluncur ke Acara Buber Lazis bersama Anak Yatim. Saya disini mengisi sesi games dengan mbak Annise. Sebenarnya saya bingung membawakan games apa dan takut akan terkesan garing.

Tapi ternyata....

saya enjoy membawakan games balon-balon. Alhamdulillah. Pengin bawain games lagi kapan-kapan. Hehehe. Seruuu!! saya benar-benar menikmati..:)



Habis itu saya dan Lala memutuskan untuk mampir ke porsima(markas BEM UNS). Kami disambut hangat. Hwuahwa. Seneng rasanya. Bisa ketemu Yoga, Latho, mb Dewi dan yang lain. NIcE.

Hari ini ada acara bakti sosial di daerah Mojosongo. Saya disms lathho buat dateng. Ya udahlah dateng skalian kumpul2. Sebelum ashar, orang yang sangat kunanti-nantikan baru aja menampakkan hidungnya. O..O...sapa dia? Yah..tante Linda!! Atau biasa disebut mb Linda. Ada yang berubah dari dirinya, terakhir bertemu dengannya dia masih keliatan sumringah. Namun hari ini dia keliatan lesu dan tirus. Sepertinya dia sedang banyak pikiran. Apalagi dia sempat cerita kalo bapaknya sakit. Ada saraf yang terjepit. Masyaallah... Hmm,rasanya pengin buru-buru nengok..

Biasanya mb Linda menyambut hangat kedatanganku, menanyakan kabarku dan senyumnya tulus tidak dipaksakan. Mb Linda adalah senior di BEM. Dia sangat mumpuni di perbincangan politik dan ekonomi. Selalu mempunyai banyak sudut pandang. Banyak teman-teman yang suka berdiskusi dengan dia. Termasuk saya. Berdiskusi tentang hal-hal yang digalaukan. Sore ini mb Linda berbeda. Bukannya saya berlebihan, tapi itulah yang saya lihat. Ingin rasanya memeluknya, walaupun saya hanya seorang adik yang suka merepotkan tapi saya sayang mb Linda.... (yah...saya tahu mb Linda nggak suka dengan adegan melow2. Hehehe)

Cerita yang berbeda, dari Lala, temen kentalku di BEM tahun kemarin. Dia menceritakan tentang 'mas'nya yang mulai berubah...

Cerita dia sebenarnya hampir sama denganku, cuma masnya ini lebih dewasa. Saya hanya sanggup bilang untuk 'sabar..sabar..dan ikhlaskan..' aku tak punya pilihan kosakata lain. Walaupun banyak hal yang ingin aku sampaikan. Tapi saya tak mau terkesan menggurui. Ingin ku katakan padanya, bahwa kebanyakan laki-laki seperti itu. Pintar-pintarnya kita nyerateni tapi jangan sampai menghamba. Bersabar dan mengikhlaskan semuanya pada Alloh, karena Dia Maha Pembolak-balik hati manusia. Alloh yang akan menunjukkan jodoh terbaik pada kita...

Teringat akan dia yang nun jauh disana, semuanya terasa garing. Tapi mau bagaimana lagi. Saya nggak bisa berbuat lebih. Karena takut melanggar apa yang tidak boleh dilanggar. Bersabar. Kalaupun dia nantinya bukan jodohku, setidaknya apa yang aku alami sekarang adalah sebuah pembelajaran, untuk sabar...tulus...dan ikhlas. Alloh selalu membalas perbuatan hambaNya dengan balasan yang setimpal. :)

Satu forwardan sms dari Mas Faisal untuk adek-adeknya:

Adakalanya kita begitu yakin bahwa kehadiran seseorang akan memberi sejuta makna bagi isi jiwa. Sehingga,saat seseorang itu pun hilang begitu saja, masih ada setangkup harapan agar ia kembali. Walaupun ada kata-katanya yang menyakitkan hati, akan selalu ada beribu kata maaf untuknya. Masih ada beribu penantian walau tak pasti. Masih ada segumpal keyakinan bahwa dialah sosok yang dicari sehingga menutup pintu hati dan sanubari untuk yang lain.

Sementara dia yang jauh disana mungkin sama sekali tidak memikirkanmu. Haruskah mengorbankan diri demi hal yang sia-sia? Masih ada sejuta asa, masih ada sejuta makna, masih ada pijar bintang dan mentari yang akan selalu bercahaya di lubuk jiwa dengan menjadi bermakna dan bermanfaat bagi sesama



" Biarkan cinta itu bermuara dengan sendirinya, disaat yang tepat, di keadaan yang tepat, dengan seseorang yang tepat"





August,21st 2011

Minggu, 21 Agustus 2011

LIBURAN...LIBURAN...

Kumpulan poto2 liburan(versi saya)


June,25th 2011 Pesantren Kilat Se-Solo Raya





June, 25th 2011 Solo Batik Carnival at night... :)


July, 1st 2011 malam midodaraninya mbak jemy









July,2nd 2011 hari H nikahannya mb Jemy






downloadnya lola, lanjutin kpan2 ajah dah...
m tidur dlu...
zzzz....

Jumat, 05 Agustus 2011

MENGGAGAS PENDIDIKAN FINANSIAL SIMPLE AND FUN DI SEKOLAH

Maraknya kasus tenaga kerja Indonesia yang teraniaya menjadi keprihatinan tersendiri. Bagaimana lambatnya pemerintah menanggapi hal ini. Sampai satu per satu korban berjatuhan. Ini merupakan PR besar untuk pemerintahan saat ini. Dengan dalih ekonomi mereka mencari nafkah ke Malasyia, Hongkong, Arab Saudi dan lainnya. Seharusnya pemerintah mampu memberikan lapangan pekerjaan. Sehingga mereka tak perlu lagi mencari nafkah di negeri orang. Yang mereka belum tahu sistem hukum yang berlaku disana.


Untuk membuka lapangan kerja baru, seharusnya pemerintah lebih focus menambah asset bukan menambah liabilities. Ini menyebabkan pengeluaran tiap tahun akan bertambah dan keamanan financial terganggu.


Pentingnya Pendidikan Finansial


Sebuah penelitian di Australia pernah mengungkapkan bahwa peningkatan pendidikan finansial pada 10% populasi akan berpotensi meningkatkan ekonomi Australia sebesar 6 miliar dollar Australia per tahun dengan cara membuka 16.000 lapangan kerja baru. Wow…ini sangat mengngaggumkan. Bagaimana hal ini jika terjadi di Indonesia? Bisa-bisa tidak akan terjadi lagi namanya penggangguran. Sedemikian besar dampak dari pendidikan financial itu sendiri. Karena ketika kita mampu mengelola keuangan kita maka kesempatan untuk berinvestasi sangatlah besar. Uang yang tidak efisien dapat di minimalisir. Konsumerisme akan terkurangi.


Akan tetapi sayangnya, kita selama ini seolah-olah "dipinggirkan" dalam hal suatu ilmu yang sebenarnya selalu melekat dengan kehidupan sehari-hari. Yang tanpanya maka kita tidak akan dapat berbuat apa-apa, yaitu ilmu tentang uang! Sejak sekolah dasar hingga kuliah yang kita habiskan puluhan tahun, nyaris tidak pernah kita diajarkan ilmu tentang uang, finansial, investasi dsb (kecuali yang jurusan akuntansi/ekonomi). Sehingga sangat wajar saat ini pemahaman kita yang sudah dewasa dan tua sangat minim tentang bagaimana mengelola uang, hutang, menyiapkan berbagai kebutuhan dana masa depan dan lain sebagainya. Sehingga tidak heran banyak dari kita yang akhirnya terjerembab dalam jurang finansial yang akut. Dan ini tidak memandang lulusan SD, SMP, SMU, S1, S2 bahkan S3! Karena ilmu melek finansial ini adalah seharusnya ilmu wajib yang harus dikuasai semua orang baik pria maupun wanita.


Melihat urgensi dari pendidikan financial, dirasa perlu diadakan secara mengglobal. Di Amerika pendidikan financial ini bukanlah hal baru, karena masyarakatnya menyadari pentingnya belajar financial. Sebenarnya di beberapa kota besar Indonesia sudah ada, namun yang tarif yang ada bukan hal yang sedikit. Sehingga hanya mampu dijangkau oleh kalangan menengah atas. Padahal pendidikan financial ini harusnya diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.


Training perencanaan keuangan sudah menjamur akhir-akhir ini. Tapi kebanyakan hanya untuk orang-orang dewasa, padahal pendidikan financial harus diterima sedini mungkin. Seperti Robert T.Kiyosaki yang mengenal pendidikan financial sejak usia 9 tahun. Pendidikan financial yang didapat secara informal dari ayah yang kaya, membawanya menjadi salah satu orang terkaya di Amerika.


Pendidikan financial ini akan berhubungan erat dengan asset dan liabilities. Aset dapat diartikan sebagai suatu harta atau kekayaan yang mampu menghasilkan uang. Sedangkan liabilities merupakan suatu kewajiban yang mesti kita bayar. Dalam arti lain, asset dapat menambah pemasukan kita, sedang kewajiban menambah pengeluaran kita. Ini merupakan salah satu konsep akuntansi.


Pendidikan Financial Simple and Fun


Pendidikan financial ini sebaiknya diterapkan secara berjenjang, dari SD, SMP kemudian SMA. Diterapkan sebagai pelajaran tambahan, karena kalau sebagai pelajaran wajib perlu proses. Sedangkan pendidikan financial yang diharapkan ini tidak banyak teoritis tapi lebih aplikatif. Dalam bentuk permainan, monopoli misalnya. Dengan kebiasaan bermain monopoli, maka otak bawah sadar anak akan terekam untuk mengambil pelajaran. Kapan dia harus membeli hipotik, hutang di bank. Sehingga nantinya ketika ia sudah dewas mampu menerapkan dalam kondisi finansialnya. Permainan-permainan yang dihadirkan lebih menekankan pada alam bawah sadar anak. Diharapkan setelah permainan selesai dapat dengan sendirinya mengambil suatu kesimpulan.


Dengan aplikasi Game City Vill yang ada di computer anak-anak pun dapat mengambil pelajaran tentang keuangan karena anak-anak diajari untuk merancang pembangunan kota. Dan pada jenjang lebih lanjut akan diajarkan tentang saham dan investasi. Selain itu pengajar dapat melakukan dengan orantua siswa yang memiliki usaha. Anak-anak dapat diajak ketempat usaha, dan berpartisipasi didalamnya. Bekerja untuk beberapa hari. Sehingga anak-anak dapat menyadari bahwa orant tua mereka bekerja tidaklah mudah. Jadi harus bisa menghargai uang dan tidak menggunakan utuk hal-hal yang kurang bermanfaat. Pendidikan financial ini dilakukan di luar ruangan, misalnya di taman kota, halaman sekolah atau bahkan mall. Dengan maksud anak-anak dapat melihat kondisi ekonomi disekitarnya sehingga memudahkan penjelasan. Selain itu, anak anak juga diajarkan tentang berbagi, penerapan konsep menerima dengan memberi. Semakin banyak yang kita berikan maka akan semakin banyak juga yang kita terima. Ketika mendapatkan rezeki, jangan lupa untuk menyisihkan sebagian penghasilan kita untuk sesama. Jadi tidak kita nikmati sendiri.


Anak juga diajarkan untuk merencanakan keuangan dengan bahasa mereka. Ini beberapa hal penting dan wajib yang seharusnya kita kuasai bersama begitu juga dengan anak-anak, yang sebagian besar dirujuk dari bukunya Prof. Adler H. Manurung & Lutfi T. Rizky, MM, RFA yang berjudul "Successful Financial Planner: A Complete Guide". Materi tersebut antara lain:1. Memahami kondisi finansial saat ini (financial checkup). 2. Membuat Perencanaan Finansial. 3. Anggaran Pendapatan & Belanja Keluarga. 4. Manajemen Hutang. 5. Manajemen Dana Darurat (emergency fund). 6. Manajemen Resiko Asuransi. 7. Manajemen Investasi. 8. Pajak Penghasilan. 8.Manajemen Dana Pensiun. 9. Manajemen Warisan.


Dengan hal itu, output yang diharapkan adalah anak-anak dapat memiliki financial question yang bagus yang nantinya dapat digunakan untuk pengelolaan keuangan masa depannya. Memiliki karakter yang kuat. Dan dapat bermanfaat bagi sesama. dalam artian pembukaan lapangan pekerjaan. Sehingga tak perlu lagi pergi ke luar negeri untuk mencari sesuap nasi.

Jam menunjukkan pukul 01.09 tanggal 10 Juli 2011.

Baru saja mencoba latihan Desain Aplikasi Komputer Akuntansi Berbasis General Ledger Excel.. fuihh..panjang bener judulnya. Hahaha...itu bagian dari training lifeskill yang diadakan oleh BKK Akuntansi. Hmm..besok senin mesti ujian untuk bisa dapat sertifikat. Padahal tau saja bagaimana rumus2 excel, panjaaaaanggg beutzz...apa mesti dihapalkan? cukup dipahami. Gegege.

Selain lifeskill Komputer Akuntansi, saya juga mengambil lifeskill menulis. Yang menuntut tiap hari menghasilkan tulisan=>jangka pendek. Walaupun itu hanya sekedar 'Kring SoloPos'. Selain Kring SoloPos, Senin besok harus mengumpulkan esai mahasiswa. Target PKM jangka panjangnya.

Liburan saya, rutenya tetap rumah-kampus-rumah-kampus. Hmm..benar2 berasa tak liburan. Saya rasa Bank Mini(Lab.Akuntansi) juga sedikit menyita waktu saya karena hampir tiap hari mesti ke kampus, melayani kakak tingkat yang mau pendadaran. Yah, saya pernah baca, kalau kita membantu menyelesaikan urusan orang lain, maka Allah akan membantu menyelesaikan urusan kita. Begitu juga ketika kita sibuk menyelesaikan urusan kita sendiri maka Allah akan sibuk menyelesaikan urusan orang lain. Subhanaallah...

Tetapi mungkin saya butuh beberapa hari atau 1minggu saja saya ingin merasakan benar-benar liburan. Dalam hal ini melaksanakan planning saya selama liburan. bikin PKM. Belajar masak. Silaturahmi. Belajar Nyulam. Belajaar TOEFL. wow....banyak sekali.

-saya belum ngantuk ni, mungkin efek dari Chochocino yang saya minum jam 21.00 tdi,padahal nanti jam 5.30 saya mesti udah di kampus. Amanah dari LAZIS untuk membawa adik2 ke acaranya Kak Seto di Sriwedari. Semoga ada ilmu yang bisa saya petik-

Saya suka saat2 seperti ini, hanya saya, netbook dan suara dan music player yang mengisi pagi. Sunyi. Rasanya tak ingin tidur. nulis terus.

Teringat penggalan kalimat dari kompasiana(6/7) yang tak sengaja saya baca,

"Janganlah pernah mengemis cinta. Cinta sejati tidak bertepuk sebelah tangan. Jangan pernah membangun hubungan cinta di atas perasaan takut. Dalam cinta tidak ada ketakutan, sebaliknya keberanian, sejahtera dan penguasaan diri."



Saya sedikit tertohok dengan kalimat2 diatas. Karena membuat saya berpikir tentang apa yang saya jalani beberapa tahun ini. Apa ini termasuk MENGEMIS CINTA? APA INI BERTEPUK SEBELAH TANGAN? APA INI TERMASUK SABAR ATAU MENGEMIS? Astagfirullah... dan saya kebingungan untuk menjawab pertanyaan ini.

Dulu saya begitu yakin, bahwa he's the best I ever had. Yah..karena kami benar2 saling memahami dan melengkapi. Kami memang berbeda, mungkin bisa dibilang ekstrovert vs introvert. Tapi kami memiliki beberapa persamaan prisnsip. Dan itu yang saya suka. Kami tidak berpacaran. Walaupun ada yang bilang,'kayak gitu namanya udah pacaran ndah, udah jangan jadi orang munafik deh!'. Dikata2in kayak gitu, saya tetep keukeuh tak mau dibilang pacaran, orang kita tak melakukan layaknya orang pacaran-versi saya- lagian saya memang berprinsip memang tak mau pacaran. Itu hal yang saya pegang. Saya tak peduli orang mau bilang saya munafik. Orang bebas untuk berpendapat.

Saya rada risih kalo pake'cinta', terlalu lebay menurut saya. Hohoho. Menurut saya, dia adalah laki-laki yang baik. Yang paling bisa mengerti saya. Terlalu banyak yang kami lewati bersama. Meski jarak memisahkan. Tapi kami selalu bisa terhubung. Saya bisa tertawa dan marah tanpa beban. Karena saya benar2 nyaman.

Namun..2 tahun terakhir ini. Rasanya semua berbeda. Saya tak tahu kenapa dia berubah, mungkin karena kesibukannya atau sebenarnya saya tak tahu sebenarnya dia, yah...dia sebenarnya adalah seperti ini. Sabar dan ikhlas yang bisa saya lakukan. Selama 2 taahun itu juga. Hanya rasa takut yang saya rasakan. Takut kehilangan dia. Takut ganggu dia. Takut bikin dia marah. Takut. Takut.

Mama temen saya-Bu Tuti- menyarankan saya untuk melepaskannya. Mungkin memang saya harus mencoba hal itu. Agar keadaan tak stagnan seperti ini. Sayangnya ini tak mudah. Harus berkali-kali jatuh bangun. Sampai akhirnya temen saya-Wiwid- bilang, 'Ikhlaskan saja ndah, nanti hatimu akan lebih tenang!' Nama dia di kontak pun saya beri nama 'Ikhlaskan' agar tak terbayang2. Kombinasi antara melepaskan dan mengikhlaskan adalah hal terbaik saat ini..:)

Hanya pasrah dan ikhlas pada Sang Penguasa semesta untuk hasil akhir cerita ini. Karena saya tak tahu apakah mampu bertahan untuk menghadapinya...

Hmmm...dan saya memilih bertahan. Sabar. Semua akan indah pada waktunya. Trust it!!

Sebenarnya masih banyak hal yang pengin diceritain, yaah...agar tidak terkesan subjektif. tapi saya mesti tidur dan bangun jam 4 pagi.