Minggu, 29 Mei 2011
INI TENTANG KAMU
Ini tentang kamu
Yang belajar ketegasan dengan menghadirkan ketidakpastian
Ini tentang kamu
Yang belajar pengabdian dengan memberikan pengorbanan
Ini tentang kamu
Yang mencoba mengajarkan kesabaran dan keikhlasan
Ini tentang kamu
Yang meminta dipercaya namun tak ada pencerminan
Ini tentang kamu
Yang belajar kedewasaan dengan mencoba bijaksana
Ini tentang kamu
Yang memiliki sedikit kepekaan
Ini tentang kamu
Yang memiliki logika tingkat tinggi
Ini tentang kamu
Yang membuat air mata tak pernah kering
Ini tentang kamu
Yang membuat berharap ada panggilan masuk
Ini tentang kamu
Yang sulit untuk dipahami
Ini tentang kamu
Yang tak pernah rendah diri
Ini tentang kamu
Yang tak pernah menagis
Ini tentang kamu
Yang pernah memberi kebahagiaan
Ini tentang kamu
Yang pernah merindu disetiap detik kehidupan
Ini tentang kamu
Yang pernah bercerita Sherk dan Putri Viona
Ini tentang kamu
Yang pernah memberikan warna pada hari-hari
Ini tentang kamu
Yang memberikan pelajaran bahwa hakikat menyayangi adalah ketika melihat orang yang kita sayang bahagia walau harus mengorbankan kebahagiaan kita sendiri
Ini tentang kamu….
Semua ini tentang kamu…
Kamu yang mesti diikhlaskan…
Hingga Tuhan kuasa akan takdirNya.
Sabtu, 21 Mei 2011
Mangkunegaran Performing Art untuk Masyarakat Ekonomi ASEAN
Globalisasi menuntut adanya kesiapan untuk berkompetitif di ranah manapun. Persaingan untuk dapat menguasai dan menggenggam dunia. Sebagai suatu bangsa dan menjadi bagian dari ASEAN maka Indonesia harus berupaya untuk survive dengan kompetisi yang ada.
Untuk mengatasi adanya persaingan global yang terjadi dapat dilakukan dengan lewat ekonomi, politik, hukum maupun budaya. Yah....salah satunya adalah lewat kesenian. Kesenian lokal untuk dunia internasional. Sehingga kesenian apapun itu dapat dinikmati oleh seluruh penjuru dunia. Ketika blueprint dari Masyarakat Ekonomi ASEAN sudah dilakukan maka ASEAN sudah tidak bersekat lagi.
Model Masyarakat Ekonomi ASEAN ini mirip dengan Masyrakat Ekonomi Eropa yang telah diterapkan sebelumnya. Dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN maka kerjasama antar Negara ASEAN tak hanya terbatas pada bidang ekonomi tapi juga meluas pada kerjasama politik, hukum dan budaya. Yang dapat kita ambil hikmahnya adalah selama ini apabila regionalisme lebih menekankan pada sektor perdagangan, tetapi MEA mencakup berbagai aspek hingga produksi dan arus bebas jasa dan tenaga kerja. Hal ini secara jangka panjang mampu memberikan impact positif terhadap pembangunan ekonomi dalam negeri, terutama dalam hal transfer teknologi dan ilmu pengetahuan. Bagaimana pesiapan Indonesia dalam menghadapi MEA, terutama dalam mendandani sektor industri agar tidak kalah dengan industri negara lain.
Mungkin Indonesia kalah dengan Singapura yang memiliki perindustrian yang hebat. Tapi Indonesia dapat menang dalam hal pariwisata. Indonesia memiliki banyak potensi pariwisata. Mulai dari wisata heritage sampai wisata nature. It’s so amazing…
Dikota Solo sendiri ada tiga agenda unggulan, yaitu Mangkunegaraan Performing Art yang diadakan oleh Keraton Mangkunegaraan Surakarta.Mangkunegaraan Performing Art,ada juga agenda SIEM(Solo International Ethnic Music), SIPA(Solo International Performing Art) yang akan diadakan pada tanggal 1-3 Juli. Yang membedakan ketiga acara tersebut adalah Mangkunegaraan Performing Art menampilkan performing dari Keraton Mangunegaraan, sedang Solo International Ethnic Music(SIEM) lebih kepada musiK-musik etnik dari berbagai Negara, Solo International Performing Art(SIPA) menampilkan kesenian-kesenian dari berbagai tempat baik nasional maupun internasional.
Pura Mangkunegaraan malam ini begitu megah. Lampu-lampu berkilauan. It’s so nice…. Ditengah hiruk pikuk globalisasi ternyata animo masyarakat untuk melihat pertunjukan masih sangat besar. Terlihat dari banyaknya orang memadati Pura Mangkunegaraan ini. Mnagkunegaraan Performing Art, yah…tentunya selain untuk hiburan rakyat ini sangat tepat untuk mempromosikan pariwisata Solo.
Dalam Mangkunegaraan Performing Art kali ini agak sediikit berbeda, karena tak hanya menampilkan pertunjukan seni tapi juga terdapat Pameran makanan khas Solo, yang katanya banyak disukai oleh para raja Solo seperti garang asem bumbung dan sega golong. Selain makanan kesukaan raja. Ada juga makanan kesukaan rakyat kecil. Yaitu sate kere. Hmmm…yummy! Sate apaan nih? Kok konotasinya negatif gini yak? Jangan mikir yang aneh-aneh dulu deh, sate ini terbuat dari ‘daging’yang mirip ayam atau kambing, yaitu tempe dan gembus. Yah…resepnya sama saja kok dengan sate kebanyakan, hanya daging diganti dengan tempe dan gembus. Rasanya mantap. Pedasnya pas. Cukup dengan kucek Rp 5.000,00 sudah didapat lontong dan 5 tusuk sate. Yummy banget!
Mangkunegaraan Performing Art dimulai pukul 19.10. Tarian yang dihadirkan ada 4 yaitu, Tari Gambyong Pareanom Mangkunegaran yang dimainkan oleh 7 orang penari . Tarian ini merupakan tarian penyambutan tamu dan berkembang menjadi tarian hiburan. Untuk gambyong Pareanom Mangkunegaran telah diwirengkan sehingga kostum tidak memakai kemban tetapi mekak dengan memakai jamang. Kostum yang dikenakan hijau kuning. Tari Gambyong Pareanom selesai, disusul Tari Srimpi Pandelori. Menceritakan peperanagn Sang Dyah Sirtupelahali putrid dari Sri Karsinah yang sedang naik burung garuda melayang di angkasa mencari keberadaan suaminya Sang Ambyah yang dipenjara oleh Prabu Kanyun di Parangakik. Ditarikan oleh 4 orang penari. Hmm…tarian ini dilakukan dengan gemulai selama 45 menit.
Performing malam ini diakhiri dengan tari Bregodo Pareanom. Sebuah karya seni yang berceita tentang spirit: saling membantu, saling memberi, menceritakan laku Raden Mas Said dalam rupaya mewujudkan tatatanan kehidupan yang lebih baik.
Acara pun selesai pada jam 21.38, hampir semua orang terhibur dengan acara malam ini. Yah diharapkan dengan adanya Mangkunegaraan Performing Art ini banyak wisatawan dari luar negeri, dengan begitu masyarakat luar negeri akan tahu banyak tentang pariwisata Solo. Akan banyak devisa yang disumbangkan untuk Indonesia. Dari Indonesia akan dikembalikan untuk kesejahteraan Masyarakat ASEAN kebanyakan.
Anda akan mendapatkan banyak hal di Solo, selain pertunjukan seni dan batik. Anda juga dapat berbelanja di kota Solo, mendapatkan barng-barang dengan harga miring. So…Solo adalah pilihan yang tepat untuk berlibur!!So,lets go to Solo !!!
Untuk mengatasi adanya persaingan global yang terjadi dapat dilakukan dengan lewat ekonomi, politik, hukum maupun budaya. Yah....salah satunya adalah lewat kesenian. Kesenian lokal untuk dunia internasional. Sehingga kesenian apapun itu dapat dinikmati oleh seluruh penjuru dunia. Ketika blueprint dari Masyarakat Ekonomi ASEAN sudah dilakukan maka ASEAN sudah tidak bersekat lagi.
Model Masyarakat Ekonomi ASEAN ini mirip dengan Masyrakat Ekonomi Eropa yang telah diterapkan sebelumnya. Dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN maka kerjasama antar Negara ASEAN tak hanya terbatas pada bidang ekonomi tapi juga meluas pada kerjasama politik, hukum dan budaya. Yang dapat kita ambil hikmahnya adalah selama ini apabila regionalisme lebih menekankan pada sektor perdagangan, tetapi MEA mencakup berbagai aspek hingga produksi dan arus bebas jasa dan tenaga kerja. Hal ini secara jangka panjang mampu memberikan impact positif terhadap pembangunan ekonomi dalam negeri, terutama dalam hal transfer teknologi dan ilmu pengetahuan. Bagaimana pesiapan Indonesia dalam menghadapi MEA, terutama dalam mendandani sektor industri agar tidak kalah dengan industri negara lain.
Mungkin Indonesia kalah dengan Singapura yang memiliki perindustrian yang hebat. Tapi Indonesia dapat menang dalam hal pariwisata. Indonesia memiliki banyak potensi pariwisata. Mulai dari wisata heritage sampai wisata nature. It’s so amazing…
Dikota Solo sendiri ada tiga agenda unggulan, yaitu Mangkunegaraan Performing Art yang diadakan oleh Keraton Mangkunegaraan Surakarta.Mangkunegaraan Performing Art,ada juga agenda SIEM(Solo International Ethnic Music), SIPA(Solo International Performing Art) yang akan diadakan pada tanggal 1-3 Juli. Yang membedakan ketiga acara tersebut adalah Mangkunegaraan Performing Art menampilkan performing dari Keraton Mangunegaraan, sedang Solo International Ethnic Music(SIEM) lebih kepada musiK-musik etnik dari berbagai Negara, Solo International Performing Art(SIPA) menampilkan kesenian-kesenian dari berbagai tempat baik nasional maupun internasional.
Pura Mangkunegaraan malam ini begitu megah. Lampu-lampu berkilauan. It’s so nice…. Ditengah hiruk pikuk globalisasi ternyata animo masyarakat untuk melihat pertunjukan masih sangat besar. Terlihat dari banyaknya orang memadati Pura Mangkunegaraan ini. Mnagkunegaraan Performing Art, yah…tentunya selain untuk hiburan rakyat ini sangat tepat untuk mempromosikan pariwisata Solo.
Dalam Mangkunegaraan Performing Art kali ini agak sediikit berbeda, karena tak hanya menampilkan pertunjukan seni tapi juga terdapat Pameran makanan khas Solo, yang katanya banyak disukai oleh para raja Solo seperti garang asem bumbung dan sega golong. Selain makanan kesukaan raja. Ada juga makanan kesukaan rakyat kecil. Yaitu sate kere. Hmmm…yummy! Sate apaan nih? Kok konotasinya negatif gini yak? Jangan mikir yang aneh-aneh dulu deh, sate ini terbuat dari ‘daging’yang mirip ayam atau kambing, yaitu tempe dan gembus. Yah…resepnya sama saja kok dengan sate kebanyakan, hanya daging diganti dengan tempe dan gembus. Rasanya mantap. Pedasnya pas. Cukup dengan kucek Rp 5.000,00 sudah didapat lontong dan 5 tusuk sate. Yummy banget!
Mangkunegaraan Performing Art dimulai pukul 19.10. Tarian yang dihadirkan ada 4 yaitu, Tari Gambyong Pareanom Mangkunegaran yang dimainkan oleh 7 orang penari . Tarian ini merupakan tarian penyambutan tamu dan berkembang menjadi tarian hiburan. Untuk gambyong Pareanom Mangkunegaran telah diwirengkan sehingga kostum tidak memakai kemban tetapi mekak dengan memakai jamang. Kostum yang dikenakan hijau kuning. Tari Gambyong Pareanom selesai, disusul Tari Srimpi Pandelori. Menceritakan peperanagn Sang Dyah Sirtupelahali putrid dari Sri Karsinah yang sedang naik burung garuda melayang di angkasa mencari keberadaan suaminya Sang Ambyah yang dipenjara oleh Prabu Kanyun di Parangakik. Ditarikan oleh 4 orang penari. Hmm…tarian ini dilakukan dengan gemulai selama 45 menit.
Performing malam ini diakhiri dengan tari Bregodo Pareanom. Sebuah karya seni yang berceita tentang spirit: saling membantu, saling memberi, menceritakan laku Raden Mas Said dalam rupaya mewujudkan tatatanan kehidupan yang lebih baik.
Acara pun selesai pada jam 21.38, hampir semua orang terhibur dengan acara malam ini. Yah diharapkan dengan adanya Mangkunegaraan Performing Art ini banyak wisatawan dari luar negeri, dengan begitu masyarakat luar negeri akan tahu banyak tentang pariwisata Solo. Akan banyak devisa yang disumbangkan untuk Indonesia. Dari Indonesia akan dikembalikan untuk kesejahteraan Masyarakat ASEAN kebanyakan.
Anda akan mendapatkan banyak hal di Solo, selain pertunjukan seni dan batik. Anda juga dapat berbelanja di kota Solo, mendapatkan barng-barang dengan harga miring. So…Solo adalah pilihan yang tepat untuk berlibur!!So,lets go to Solo !!!
Senin, 16 Mei 2011
HEAVEN OF SHOPPING
Setiap manusia tak lepas dari kebutuhan, untuk itu belanja adalah hal yang lumrah dilakukan. Di zaman yang serba canggih ini belanja pun tak perlu keluar rumah, yah…cukup dengan koneksi internet, sudah dapat membeli apapun lewat komputer. Toko-toko online bertebaran seperti halnya jamur di musim hujan. Mulai dari kebutuhan rumah tangga sampai kebutuhan perusahaaan semua ada.Walaupun begitu, masih ada beberapa orang yang lebih suka berbelanja langsung ke tempat dijualnya barang. Dengan datang ke tempat penjual langsung, pembeli akan lebih puas memilih barang, selain itu akan timbul interaksi sosial antara penjual dan pembeli.
Berbicara soal tempat belanja maka Kota Solo adalah pilihan yang tepat untuk melakukannya. Di kota Bengawan ini akan banyak ditemui pusat perbelanjaan baju sampai barang-barang antic.Bahkan saya yakin sebenarnya Solo mampu menjadi pusat perbelanjaan tingkat Jawa Tengah maupun tingkat nasional. Karena Solo memiliki keunggulan-keunggulan yang tidak dimiliki tempat-tempat lain.
Pada tahun 2010 perputaran uang yang terjadi di Solo adalah Rp 20 Milyar per hari seperti yang dikutip dari Harian Joglosemar. Ini lebih tinggi dari kota-kota disekitarnya. Hal ini merupakan implikasi dari apa yang dilakukan oleh Joko Widodo selaku walikota Solo, dengan memperbaiki dan membangun pusat-pusat perbelanjaan. Yah.. melihat segmen yang bisa disasar, seperti banyaknya penduduk kota Solo dan melihat peluang bahwa dengan adanya perbelanjaan dapat menambah tujuan wisata Solo. Wisata yang tidak hanya berbau heritage tapi juga berbau ekonomis.
Ada banyak tempat alternatif belanja di Solo, untuk berbelanja batik dan tekstil dapat dilakukan di Pasar Klewer atau Pusat Grosir Solo yang terkenal dengan harga miring. Untuk berbelanja benda-benda seni nan antik, Pasar Ngarsopuro dapat menjadi pilihan yang tepat. Wisata kuliner pun dapat dilakukan di kota kecil ini pada malam hari di Pusat Langen Bogan. Hmm…belanja apalagi ya? Baju sudah. Souvenir sudah. Makanan juga sudah. Di ujung Jalan Raden Mas Said, Pasar Depok yang menjadi 'ajang pamer' pemilik burung berkicau untuk lomba maupun koleksi pemelihara hewan tak ada salahnya dikunjungi. Mau membeli perlengkapan untuk mengisi rumah?Solo ada Pasar Mebel di Jl. Ahmad Yani. Lemari pakaian, meja, kursi harganya jauh lebih murah dibanding toko furniture. Belanja suvenir tanaman hias bisa jadi pilihan. Pasar Bursa Tanaman, letaknya di Jl. Hasanuddin, Srambatan Pasar Nongko.
Dari berbagai alternatif yang ditawarkan diatas ada beberapa tempat yang favorit di Kota Solo ini. Antara lain:
1.Pasar Klewer
Siapa sih yang tidak kenal dengan pasar Klewer? Hampir semua orang kenal dengan tempat ini. Dan sangat identik dengan kota Solo, seperti hanlnya Beringharjo dengan Jogja maupun Tanah Abang dengan Jakarta. Pasar ini berdiri sejak tahun 1970, dari pakaian atau tekstil yang mendominasi, makanan, sampai ke pernak pernik perhiasan dijual disana. Letaknya berdekatan dengan Keraton Solo dan alun-alun, sehingga hampir setiap hari daerah ini tak pernah sepi dari hiruk pikuknya jalan. Barang-barang yang dijual disini identik dengan batik, walaupun barang-barangnya murah tapi kita tetap mesti menawar barang dari penjuala agar tidak kemahalan. Karena biasanya harga yang ditetapkan belum harga jadi.
2.Pusat Grosir Solo
Seperti namanya, Pusat Grosir Solo maka tempat ini merupakanpusat perkulakan barang-barang, terutama adalah kebutuhan sandang. Seperti kemeja, baju, kaos dan lain sebagainya. Motif batik pun mendominasi tempat ini. Selain itu disini juga menjual aksesoris, tas, dan sepatu dengan harga miring. Walaupun tempat perkulakan, tetapi PGS ini juga melayani pembelian eceran. Harga biasanya sudah ditempel diatas barang. Kemeja batik dijual mulai Rp 20.000,00 samapi ratusan ribu tergantung bahan dan model. Dengan merogoh kucek Rp 25.000,00 Anda sudah dapat membawa flat shoes cantik dengan model bervariasi. It’s so nice….
3.Pasar Ngarsopuro
Pasar Ngarsopuro berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Solo. Para pencinta seni akan dimanjakan dengan barang-barang yang ada. So pasti karena barang-barang yang ada sangat unik dan antic. Mulai dari fashion batik, sandal, sepatu, aksesoris tubuh,figura dari kertas koran, akuarium dari bambu, lukisan, miniatur –minatur yang lucu, bahkan aneka makanan juga tak luput dijajakan di tempat ini.Namun produk-produk yang ditawarkan masih kental dengan karakter lokal. Harganya tak akan membuat wisatawan yang datang berpikir dua kali untuk membelinya. Ya, karena harga yang dijual di sini sangat standar bahkan bisa dibilang murah.
4.Solo Grand Mall
Solo Grand Mall merupakan mall pertama yang didirikan di Kota Solo. tempat yang strategis yaitu di Jalan Slamet Riyadi, membuat mall ini tak pernah sepi pengunjung. Seperti mall-mall yang lain, biasanya banyak orang-orang yang hangout atau sekedar cuci mata datang kesini. Di SGM, begitu biasa orang menyebutnya, barang-barang yang ditawarkan cukup variatif begitu jug adengan harganya. Semua tergantung kucek masing-masing.
5.Pasar Klitikan
Pasar Semanggi Notoharjo, pasar ini merupakan lokasi baru dari pasar klitikan yg dulu berada di daerah Monumen 45, Banjarsari, Solo, karena kondisinya yang memang benar-benar sudah semrawut dan menghilangkan fungsi dari taman tersebut, maka pemerintah Surakarta merelokasi pasar tersebut ke daerah Semanggi sekitar 2 km arah selatan dari Keraton Surakarta atau Pasar Klewer.pasar ini merupakan salah satu sentra onderdil atau variasi sepeda motor atau mobil dikota Solo, pokoknya yang berbau dengan mobil atau sepeda motor adalah disini. Kunci untuk belanja ini disini adalah tawar menawar dan teliti.
Dengan banyaknya tempat belanja di Solo, mau mencari barang apapun ada, harga barang-barangnya pun relatif murah maka pantaslah kalau Solo disebut sebagai surganya belanja. Heaven Of Shopping. It’s time to shopping…. So,yuk buruan belanja di Solo!!
Berbicara soal tempat belanja maka Kota Solo adalah pilihan yang tepat untuk melakukannya. Di kota Bengawan ini akan banyak ditemui pusat perbelanjaan baju sampai barang-barang antic.Bahkan saya yakin sebenarnya Solo mampu menjadi pusat perbelanjaan tingkat Jawa Tengah maupun tingkat nasional. Karena Solo memiliki keunggulan-keunggulan yang tidak dimiliki tempat-tempat lain.
Pada tahun 2010 perputaran uang yang terjadi di Solo adalah Rp 20 Milyar per hari seperti yang dikutip dari Harian Joglosemar. Ini lebih tinggi dari kota-kota disekitarnya. Hal ini merupakan implikasi dari apa yang dilakukan oleh Joko Widodo selaku walikota Solo, dengan memperbaiki dan membangun pusat-pusat perbelanjaan. Yah.. melihat segmen yang bisa disasar, seperti banyaknya penduduk kota Solo dan melihat peluang bahwa dengan adanya perbelanjaan dapat menambah tujuan wisata Solo. Wisata yang tidak hanya berbau heritage tapi juga berbau ekonomis.
Ada banyak tempat alternatif belanja di Solo, untuk berbelanja batik dan tekstil dapat dilakukan di Pasar Klewer atau Pusat Grosir Solo yang terkenal dengan harga miring. Untuk berbelanja benda-benda seni nan antik, Pasar Ngarsopuro dapat menjadi pilihan yang tepat. Wisata kuliner pun dapat dilakukan di kota kecil ini pada malam hari di Pusat Langen Bogan. Hmm…belanja apalagi ya? Baju sudah. Souvenir sudah. Makanan juga sudah. Di ujung Jalan Raden Mas Said, Pasar Depok yang menjadi 'ajang pamer' pemilik burung berkicau untuk lomba maupun koleksi pemelihara hewan tak ada salahnya dikunjungi. Mau membeli perlengkapan untuk mengisi rumah?Solo ada Pasar Mebel di Jl. Ahmad Yani. Lemari pakaian, meja, kursi harganya jauh lebih murah dibanding toko furniture. Belanja suvenir tanaman hias bisa jadi pilihan. Pasar Bursa Tanaman, letaknya di Jl. Hasanuddin, Srambatan Pasar Nongko.
Dari berbagai alternatif yang ditawarkan diatas ada beberapa tempat yang favorit di Kota Solo ini. Antara lain:
1.Pasar Klewer
Siapa sih yang tidak kenal dengan pasar Klewer? Hampir semua orang kenal dengan tempat ini. Dan sangat identik dengan kota Solo, seperti hanlnya Beringharjo dengan Jogja maupun Tanah Abang dengan Jakarta. Pasar ini berdiri sejak tahun 1970, dari pakaian atau tekstil yang mendominasi, makanan, sampai ke pernak pernik perhiasan dijual disana. Letaknya berdekatan dengan Keraton Solo dan alun-alun, sehingga hampir setiap hari daerah ini tak pernah sepi dari hiruk pikuknya jalan. Barang-barang yang dijual disini identik dengan batik, walaupun barang-barangnya murah tapi kita tetap mesti menawar barang dari penjuala agar tidak kemahalan. Karena biasanya harga yang ditetapkan belum harga jadi.
2.Pusat Grosir Solo
Seperti namanya, Pusat Grosir Solo maka tempat ini merupakanpusat perkulakan barang-barang, terutama adalah kebutuhan sandang. Seperti kemeja, baju, kaos dan lain sebagainya. Motif batik pun mendominasi tempat ini. Selain itu disini juga menjual aksesoris, tas, dan sepatu dengan harga miring. Walaupun tempat perkulakan, tetapi PGS ini juga melayani pembelian eceran. Harga biasanya sudah ditempel diatas barang. Kemeja batik dijual mulai Rp 20.000,00 samapi ratusan ribu tergantung bahan dan model. Dengan merogoh kucek Rp 25.000,00 Anda sudah dapat membawa flat shoes cantik dengan model bervariasi. It’s so nice….
3.Pasar Ngarsopuro
Pasar Ngarsopuro berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Solo. Para pencinta seni akan dimanjakan dengan barang-barang yang ada. So pasti karena barang-barang yang ada sangat unik dan antic. Mulai dari fashion batik, sandal, sepatu, aksesoris tubuh,figura dari kertas koran, akuarium dari bambu, lukisan, miniatur –minatur yang lucu, bahkan aneka makanan juga tak luput dijajakan di tempat ini.Namun produk-produk yang ditawarkan masih kental dengan karakter lokal. Harganya tak akan membuat wisatawan yang datang berpikir dua kali untuk membelinya. Ya, karena harga yang dijual di sini sangat standar bahkan bisa dibilang murah.
4.Solo Grand Mall
Solo Grand Mall merupakan mall pertama yang didirikan di Kota Solo. tempat yang strategis yaitu di Jalan Slamet Riyadi, membuat mall ini tak pernah sepi pengunjung. Seperti mall-mall yang lain, biasanya banyak orang-orang yang hangout atau sekedar cuci mata datang kesini. Di SGM, begitu biasa orang menyebutnya, barang-barang yang ditawarkan cukup variatif begitu jug adengan harganya. Semua tergantung kucek masing-masing.
5.Pasar Klitikan
Pasar Semanggi Notoharjo, pasar ini merupakan lokasi baru dari pasar klitikan yg dulu berada di daerah Monumen 45, Banjarsari, Solo, karena kondisinya yang memang benar-benar sudah semrawut dan menghilangkan fungsi dari taman tersebut, maka pemerintah Surakarta merelokasi pasar tersebut ke daerah Semanggi sekitar 2 km arah selatan dari Keraton Surakarta atau Pasar Klewer.pasar ini merupakan salah satu sentra onderdil atau variasi sepeda motor atau mobil dikota Solo, pokoknya yang berbau dengan mobil atau sepeda motor adalah disini. Kunci untuk belanja ini disini adalah tawar menawar dan teliti.
Dengan banyaknya tempat belanja di Solo, mau mencari barang apapun ada, harga barang-barangnya pun relatif murah maka pantaslah kalau Solo disebut sebagai surganya belanja. Heaven Of Shopping. It’s time to shopping…. So,yuk buruan belanja di Solo!!
Minggu, 24 April 2011
SATURDAY.... -pkm's Brita-Ngajar-Bu Fadilah Supari
23 April 2011, dimulai dengan agenda ‘ngewangi’ sekaligus tim penggembira penelitian PKM anak-anak UGM, maksudnya Brita,dkk. Kelompok PKMnya terdiri dari Brita(HI), Niko(Komunikasi), Febry (Komunikasi), Doni(Komunikasi), dan Ike(Ilmu Politik). PKM nya ini membahas tentang minat kepenulisan para siswa SD yang ada di beberapa desa di Karanganyar. Menyenangkan sekali rasanya. Mereka juga menerbitkan sebuah majalah dengan nama ‘Mas Said’, disinilah karya-karya siswa diapresiasikan. Yang dapat dimuat akan mendapat hadiah menarik dari tim PKM. Saya merasa bahwa minat anak-anak untuk menulis sangatlah besar. Tapi anak-anak menulis karena ada motivasi tertentu, misalnya untuk hadiah, untuk mendapatkan nilai, dsb. Hal ini bagus tapi lebih baik lagi kalau mereka mau menulis dengan kemauan sendiri, untuk menyenangkan diri dan penyaluran hobi. Dua hal tersebut akan lebih mudah mengembangkan kemampuan siswa untuk menulis, menggali potensi-potensi kepenulisan yang ada dalam diri.
anak-anaknya brita,xixixi.
Teman-teman baru saya pagi ini cukup menyenangkan, renyah kalau saya bilang. Gegege. Ada Niko, dia anak Komunikasi ’09. Dia sih pernah kuliah di UNS selama 1thun sebelum berhijrah ke Jogja. Saya pernah beberapa berkirim wall ke dia atau koment2an status. Setelah tadi kopi darat dengan Niko for 1st time, yah…so far so good, nggak jauh dari apa yang di FB. . Nice but aku juga rada kikuk. Oia Niko juga dicomblangin sama salah satu tim PKM lho, sebut saja B…(wakakaka, who knows she?). teman baru saya yang kedua, namanya Febry. Anak Komunikasi juga, mukanya oriental banget, periang. Nasrani. Huhhuhu, apalagi yang saya ketahui dari dia? So far so good…-again- yang ketiga ada Ike. She’s from Blitar, Ilmu Politik. Ternyata temennya Isti dan Indah. She looks boyish. D last is Doni. He’s from Solo, sma 4. Anak Komunikasi juga. Saya rasa dunia begitu sempit, temannya teman Brita juga teman saya. Kecuali Febry. (I’m so sorry feb, hehehe). Mereka mengajak saya untuk kembali ikut minggu depan, nice invitation but I must see my schedule (hikzzz…)
Setelah dari Karangpandan saya berniat ikut rapat training Lazis yang diagendakan jam 1. Tapi ternyata saya sampai solo jam 2an, lalu mengajak teman-teman baru saya untuk makan di tempat mbah Joyo. Kemudian kembali ke Nurul Huda, hmmm…setelah dikonfirmasi ternyata rapat hanya dihadiri ikhwan(u know ikhwan guys?). tak apalah. Segera saya mempersiapkan diri untuk mengajar bimbel di Masjid Baitussalam belakang kampus. Sebenarnya, sore ini Bu Fadilah Supari, menteri Kabinet Indonesia Bersatu 1 akan mengadakan sharing dengan mahasiswa. Tapi karena beliau perlu rehat sebentar, maka sharing dan diskusi dipending nanti malam. Karena acara diganti malam dan gerimis mulia turun , maka para akhwat sepakat untuk tidak datang. Padahal kami udah stay di tempat yang telah disiapkan, ruang sidang gd.A FKIP . Hmm…tapi ada kabar kalo akan datang anak dari UGM dengan membawa 1 putri. Fuih..mau tidak mau mesti ada yang nemeni nih… akhirnya saya, mb Linda dan mb Annise bertahan disini, menjalankan ‘misi’ untuk menunggu kedatangan anak-anak UGM(especially yg cew) dan mencarikan tempat untuk nginep… rada susah nyari kost2an anak2 BEM buat ngnep, secara anak2 pada mudik(lbur paskah). Akhirnya pilihan jatuh pada mb Resttttiiiii…. Hohohoho.
Sekitar jam 20.30, anak-anak dari UGM datang, segera kami pun otw ke galabo ( pusat makanan malam di Solo). Bu Fadilah menyambut kami dengan hangat, tak hanya dengan salam dan cipika-cipiki tapi juga dengan nasi liwet. Hahhaha. Padahal sebelumnya saya telah menghabiskan sepiring lotek+nasi… Oh no…!! tapi untuk menghormati, akhirnya saya ambil juga tuh nasi liwet…gegege. ‘Just The Way You Are’ nya Bruno Mras sangat fasih dilantunkan penyanyi live music, lumayann menambah syahdu malam ini(ceile…) secara gerimis-gerimis kayak gni. Cocok untuk empet2an(red:pacaran) tapi nggak kondusif untuk diskusi. Melihat kondisi seperti ini, bu Fadilah segera mengambil inisiatif untuk memboyong kami ke hotel, Best Western Premier Hotel Solo. Tau nggak sih hotelnya kayak apa? Keren beutz!!(red:udik) Sahid mah lewat. Hahaha. Saya langsung berpikir, kayaknya oke ni buat poto2!! Tapi saya mesti menahan diri untuk mengeluarkan kamera ponsel. Gak etis. Jiaaahhh.
Diskusi ‘sebenarnya’ dimulai jam 22.19 di ruang meeting terbatas lantai 2. So nice. Banyak hal yang kami perbincangkan, mulai dari isu kesehatan, hukum, politik, ekonomi sampai pendidikan. Subhanaallah. Bu Fadilah emang top dah,, walo beliau berkecimpung di dunia medis, tapi analisis di bidang ekonomi dan hukum cukup mumpuni. Saya akan coba meringkasnya, meski rada belepotan. Hehehe.
Mahasiswa adalah garda terdepan bangsa ini. Dari sanalah perubahan-perubahan akan dilakukan, baik secara revolusi ataupun evolusi. Untuk itu, mahasiswa harus punya fondasi dalam melakukan gerakan. Dalam hal ini, UUD’45, lebih spesifik lagi adalah preambule => pembukaan UUD’45. Karena di bangsa ini ada 4 pilar fundamen, yaitu: NKRI, UUD 45, PANCASILA, dan BHINEKA TUNGGAL IKA. Untuk saat ini Preambule dan batang tubuh UUD 45 tidak ada kesinkronan, apa yang ada di batang tubuh UUD setelah diamandemen sudah tidak sesuai dengan preambule. Misalnya, pada Pasal 23A, bahwa pemerintah dapat memaksa pajak dan pemungutan lain kepada rakyat. Padahal Pergerakan mahasiswa pun harus difokuskan, agar tidak terbawa arus media, harus menuju ke substansi.
Sistem ekonomi liberal yang ada di Indonesia sangat tidak sesuai dengan sistem ekonomi demokrasi Pancasila yang semestinya dianut oleh Indonesia. Kaum liberalis menghalalkan investasi asing, malah mewajibkan. Dengan pertimbangan, tanpa adanya investor, maka tidak akan ada pabrik, tidak ada pabrik berarti tidak ada lowongan pekerjaan. It’s means? Tau kan? Tapi menurut bu Fadilah kita dapat memakai demokrasi Pancasila dan berhasil, asalkan pengelolaan SDA diolah oleh Indonesia sendiri dengan sebaik mungkin.
Hhmm…rasanya berat kalo ngomongin intisari diskusi. Intinya, segera lakukan revolusi! Hehehe. Tapi klao buat saya pribadi Negara 5 Menara+Bu Fadilah=motivasi buat do more and more!!! Harus mumpuni ilmu2 yang berkaitan, berarti mesti kerja harder again…
-hari ini saya mengawali hari dengan bertmu anak UGM(Brita,dkk) at 7.40 dan diakhiri dengan anak UGM lagi at 00.30 (Putri,PWK 08),jiaaahh. Untung gak anak UI, bikin sakit hati. Hahhaha.-
anak-anaknya brita,xixixi.
Teman-teman baru saya pagi ini cukup menyenangkan, renyah kalau saya bilang. Gegege. Ada Niko, dia anak Komunikasi ’09. Dia sih pernah kuliah di UNS selama 1thun sebelum berhijrah ke Jogja. Saya pernah beberapa berkirim wall ke dia atau koment2an status. Setelah tadi kopi darat dengan Niko for 1st time, yah…so far so good, nggak jauh dari apa yang di FB. . Nice but aku juga rada kikuk. Oia Niko juga dicomblangin sama salah satu tim PKM lho, sebut saja B…(wakakaka, who knows she?). teman baru saya yang kedua, namanya Febry. Anak Komunikasi juga, mukanya oriental banget, periang. Nasrani. Huhhuhu, apalagi yang saya ketahui dari dia? So far so good…-again- yang ketiga ada Ike. She’s from Blitar, Ilmu Politik. Ternyata temennya Isti dan Indah. She looks boyish. D last is Doni. He’s from Solo, sma 4. Anak Komunikasi juga. Saya rasa dunia begitu sempit, temannya teman Brita juga teman saya. Kecuali Febry. (I’m so sorry feb, hehehe). Mereka mengajak saya untuk kembali ikut minggu depan, nice invitation but I must see my schedule (hikzzz…)
Setelah dari Karangpandan saya berniat ikut rapat training Lazis yang diagendakan jam 1. Tapi ternyata saya sampai solo jam 2an, lalu mengajak teman-teman baru saya untuk makan di tempat mbah Joyo. Kemudian kembali ke Nurul Huda, hmmm…setelah dikonfirmasi ternyata rapat hanya dihadiri ikhwan(u know ikhwan guys?). tak apalah. Segera saya mempersiapkan diri untuk mengajar bimbel di Masjid Baitussalam belakang kampus. Sebenarnya, sore ini Bu Fadilah Supari, menteri Kabinet Indonesia Bersatu 1 akan mengadakan sharing dengan mahasiswa. Tapi karena beliau perlu rehat sebentar, maka sharing dan diskusi dipending nanti malam. Karena acara diganti malam dan gerimis mulia turun , maka para akhwat sepakat untuk tidak datang. Padahal kami udah stay di tempat yang telah disiapkan, ruang sidang gd.A FKIP . Hmm…tapi ada kabar kalo akan datang anak dari UGM dengan membawa 1 putri. Fuih..mau tidak mau mesti ada yang nemeni nih… akhirnya saya, mb Linda dan mb Annise bertahan disini, menjalankan ‘misi’ untuk menunggu kedatangan anak-anak UGM(especially yg cew) dan mencarikan tempat untuk nginep… rada susah nyari kost2an anak2 BEM buat ngnep, secara anak2 pada mudik(lbur paskah). Akhirnya pilihan jatuh pada mb Resttttiiiii…. Hohohoho.
Sekitar jam 20.30, anak-anak dari UGM datang, segera kami pun otw ke galabo ( pusat makanan malam di Solo). Bu Fadilah menyambut kami dengan hangat, tak hanya dengan salam dan cipika-cipiki tapi juga dengan nasi liwet. Hahhaha. Padahal sebelumnya saya telah menghabiskan sepiring lotek+nasi… Oh no…!! tapi untuk menghormati, akhirnya saya ambil juga tuh nasi liwet…gegege. ‘Just The Way You Are’ nya Bruno Mras sangat fasih dilantunkan penyanyi live music, lumayann menambah syahdu malam ini(ceile…) secara gerimis-gerimis kayak gni. Cocok untuk empet2an(red:pacaran) tapi nggak kondusif untuk diskusi. Melihat kondisi seperti ini, bu Fadilah segera mengambil inisiatif untuk memboyong kami ke hotel, Best Western Premier Hotel Solo. Tau nggak sih hotelnya kayak apa? Keren beutz!!(red:udik) Sahid mah lewat. Hahaha. Saya langsung berpikir, kayaknya oke ni buat poto2!! Tapi saya mesti menahan diri untuk mengeluarkan kamera ponsel. Gak etis. Jiaaahhh.
Diskusi ‘sebenarnya’ dimulai jam 22.19 di ruang meeting terbatas lantai 2. So nice. Banyak hal yang kami perbincangkan, mulai dari isu kesehatan, hukum, politik, ekonomi sampai pendidikan. Subhanaallah. Bu Fadilah emang top dah,, walo beliau berkecimpung di dunia medis, tapi analisis di bidang ekonomi dan hukum cukup mumpuni. Saya akan coba meringkasnya, meski rada belepotan. Hehehe.
Mahasiswa adalah garda terdepan bangsa ini. Dari sanalah perubahan-perubahan akan dilakukan, baik secara revolusi ataupun evolusi. Untuk itu, mahasiswa harus punya fondasi dalam melakukan gerakan. Dalam hal ini, UUD’45, lebih spesifik lagi adalah preambule => pembukaan UUD’45. Karena di bangsa ini ada 4 pilar fundamen, yaitu: NKRI, UUD 45, PANCASILA, dan BHINEKA TUNGGAL IKA. Untuk saat ini Preambule dan batang tubuh UUD 45 tidak ada kesinkronan, apa yang ada di batang tubuh UUD setelah diamandemen sudah tidak sesuai dengan preambule. Misalnya, pada Pasal 23A, bahwa pemerintah dapat memaksa pajak dan pemungutan lain kepada rakyat. Padahal Pergerakan mahasiswa pun harus difokuskan, agar tidak terbawa arus media, harus menuju ke substansi.
Sistem ekonomi liberal yang ada di Indonesia sangat tidak sesuai dengan sistem ekonomi demokrasi Pancasila yang semestinya dianut oleh Indonesia. Kaum liberalis menghalalkan investasi asing, malah mewajibkan. Dengan pertimbangan, tanpa adanya investor, maka tidak akan ada pabrik, tidak ada pabrik berarti tidak ada lowongan pekerjaan. It’s means? Tau kan? Tapi menurut bu Fadilah kita dapat memakai demokrasi Pancasila dan berhasil, asalkan pengelolaan SDA diolah oleh Indonesia sendiri dengan sebaik mungkin.
Hhmm…rasanya berat kalo ngomongin intisari diskusi. Intinya, segera lakukan revolusi! Hehehe. Tapi klao buat saya pribadi Negara 5 Menara+Bu Fadilah=motivasi buat do more and more!!! Harus mumpuni ilmu2 yang berkaitan, berarti mesti kerja harder again…
-hari ini saya mengawali hari dengan bertmu anak UGM(Brita,dkk) at 7.40 dan diakhiri dengan anak UGM lagi at 00.30 (Putri,PWK 08),jiaaahh. Untung gak anak UI, bikin sakit hati. Hahhaha.-
Rabu, 20 April 2011
Some Questions
Pukul 17.27 saya meninggalkan FORBES(Forum Bersama) Dagri se-UNS dengan berbagai pertanyaan yang bergumpul di pikiran.
Sepanjang perjalanan saya merasa galau akut, dan saya pesan’jangan dekat2 orang galau’ nanti akan ketularan galau… gegege. Tentang pertanyaan mau seperti apa kedepannya saya? Bagian mana yang mesti saya fokuskan? Bagian mana yang mesti saya korbankan? Apa gunanya masuk dalam komunitas Gerakan Mahasiswa? Mengapa kita harus menjadi bagian dari Gerakan Mahasiswa?
Saya mencoba menjawab pertanyaan2 itu satu persatu, yah…sambil mengendarai motor(40km/jam, slow but sure, hauah).
Kedepan saya akan menjadi indah. Indah yang seperti saya tulis di buku catatan hidup. Fokus saya adalah, pendidikan, social dan politik. Untuk era sekarang, orang tak hanya perlu pintar teori tapi harus pintar berpolitik juga. Politik yang baik. Karena kalau kita pintar tapi tak bisa berpolitik maka hanya ada 2 pilihan, kita diakali atau dibumihanguskan. Hmmm…saya jadi inget pemilihan Dekan yang akan dilaksanakan maksimal 15 hari setelah tanggal 27 April mendatang. Pemilihan Dekan ini meninggalkan polemic sendiri bagi kami, anak-anak gerakan. Karena civitas akademika tidak dilibatkan dalam pemilihan, sepenuhnya penentuan adalah hak Senat. Lalu fungsi pembelajaran demokrasi itu apa? Apa ini hanya sekedar teori yang diajarkan di kelas-kelas? Atau demokrasi hanyalah sejarah yang patut dikenang? Entahlah… di lain sisi, saya juga berpikir, mereka yang duduk di kursi Senat tentulah orang-orang yang berpendidikan dan kompeten, so pasti pemikiran mereka insyaallah bisa dipertanggungjawabkan... tapi kami, anak-anak gerakan, tidak diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi, keterbukaan, padahal mahasiswa merupakan salah satu ’korban’ dari adanya kepengurusan struktur fakultas. Kami bukan suudzon tapi hanya mencoba mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan pada fakultas kami
Padahal pemilihan Dekan akan dilaksanakan sebentar lagi, tapi gaung di fakultas belum terdengar. Sepertinya para civitas akademika tidak terlalu peduli dengan satu isu ini, toh Dekan ganti apa uang kuliah jadi turun? Apa untungnya membahas Dekan? yang penting nilai-nilai ujian tak pernah C, nggak peduli siapa Dekannya, mungkin itu pemikiran beberapa mahasiswa. Apatis.
Kembali lagi pertanyaan saya, mana yang mesti dikorbankan? Saya pikir tak ada yang mesti dikorbanan. Walo ada beberapa orang yang bilang, tinggalkan organisasi, focus kuliah dan kerja! Hmmm…saya rasa itu ada benarnya, agar bisa optimal. Apalagi di saat seperti ini, ketika keluarga mengalami masalah financial, mau tak mau harus ikut turun tangan walo tak seberapa. Tapi ada suara di hati kecil saya, bahwa saya tak bisa begitu saja meninggalkan organisasi, Mb TM bilang, penuhi hak diri kita untuk mengembangkan diri. Itu hak kita. Yah.. saya di organisasi berharap bisa saling berdiskusi, share, atau apapun itu… walo saya tak bisa berkontribusi optimal. O-P-T-I-M-A-L. Satu kata yang menjadi dilema bagi saya akhir-akhir ini. Saya takut tak bisa optimal. Tapi saya berdoa dan berharap bisa optimal disetiap lini yang saya ambil. Saya hanya ingin berprestasi, menghasilkan suatu masterpiece, tak hanya omdo. Karya nyata. Rabb, bimbing hamba, permudah jalan hamba…. T.T
Saya menemukan jawaban normatif knapa mesti menjadi bagian dari Gerakan Mahasiswa. Untuk menegakkan kebenaran. Kebenaran ini urusannya dengan Tuhan. Saya belum mendapat jawaban yang substansial dari pertanyaan saya ini. So…I will find the answer again.-19 April 2011-
Sepanjang perjalanan saya merasa galau akut, dan saya pesan’jangan dekat2 orang galau’ nanti akan ketularan galau… gegege. Tentang pertanyaan mau seperti apa kedepannya saya? Bagian mana yang mesti saya fokuskan? Bagian mana yang mesti saya korbankan? Apa gunanya masuk dalam komunitas Gerakan Mahasiswa? Mengapa kita harus menjadi bagian dari Gerakan Mahasiswa?
Saya mencoba menjawab pertanyaan2 itu satu persatu, yah…sambil mengendarai motor(40km/jam, slow but sure, hauah).
Kedepan saya akan menjadi indah. Indah yang seperti saya tulis di buku catatan hidup. Fokus saya adalah, pendidikan, social dan politik. Untuk era sekarang, orang tak hanya perlu pintar teori tapi harus pintar berpolitik juga. Politik yang baik. Karena kalau kita pintar tapi tak bisa berpolitik maka hanya ada 2 pilihan, kita diakali atau dibumihanguskan. Hmmm…saya jadi inget pemilihan Dekan yang akan dilaksanakan maksimal 15 hari setelah tanggal 27 April mendatang. Pemilihan Dekan ini meninggalkan polemic sendiri bagi kami, anak-anak gerakan. Karena civitas akademika tidak dilibatkan dalam pemilihan, sepenuhnya penentuan adalah hak Senat. Lalu fungsi pembelajaran demokrasi itu apa? Apa ini hanya sekedar teori yang diajarkan di kelas-kelas? Atau demokrasi hanyalah sejarah yang patut dikenang? Entahlah… di lain sisi, saya juga berpikir, mereka yang duduk di kursi Senat tentulah orang-orang yang berpendidikan dan kompeten, so pasti pemikiran mereka insyaallah bisa dipertanggungjawabkan... tapi kami, anak-anak gerakan, tidak diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi, keterbukaan, padahal mahasiswa merupakan salah satu ’korban’ dari adanya kepengurusan struktur fakultas. Kami bukan suudzon tapi hanya mencoba mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan pada fakultas kami
Padahal pemilihan Dekan akan dilaksanakan sebentar lagi, tapi gaung di fakultas belum terdengar. Sepertinya para civitas akademika tidak terlalu peduli dengan satu isu ini, toh Dekan ganti apa uang kuliah jadi turun? Apa untungnya membahas Dekan? yang penting nilai-nilai ujian tak pernah C, nggak peduli siapa Dekannya, mungkin itu pemikiran beberapa mahasiswa. Apatis.
Kembali lagi pertanyaan saya, mana yang mesti dikorbankan? Saya pikir tak ada yang mesti dikorbanan. Walo ada beberapa orang yang bilang, tinggalkan organisasi, focus kuliah dan kerja! Hmmm…saya rasa itu ada benarnya, agar bisa optimal. Apalagi di saat seperti ini, ketika keluarga mengalami masalah financial, mau tak mau harus ikut turun tangan walo tak seberapa. Tapi ada suara di hati kecil saya, bahwa saya tak bisa begitu saja meninggalkan organisasi, Mb TM bilang, penuhi hak diri kita untuk mengembangkan diri. Itu hak kita. Yah.. saya di organisasi berharap bisa saling berdiskusi, share, atau apapun itu… walo saya tak bisa berkontribusi optimal. O-P-T-I-M-A-L. Satu kata yang menjadi dilema bagi saya akhir-akhir ini. Saya takut tak bisa optimal. Tapi saya berdoa dan berharap bisa optimal disetiap lini yang saya ambil. Saya hanya ingin berprestasi, menghasilkan suatu masterpiece, tak hanya omdo. Karya nyata. Rabb, bimbing hamba, permudah jalan hamba…. T.T
Saya menemukan jawaban normatif knapa mesti menjadi bagian dari Gerakan Mahasiswa. Untuk menegakkan kebenaran. Kebenaran ini urusannya dengan Tuhan. Saya belum mendapat jawaban yang substansial dari pertanyaan saya ini. So…I will find the answer again.-19 April 2011-
Sabtu, 16 April 2011
rasanya hari ini enggan sekali pergi kuliah. bukan malas tapi hari ini harus ada agenda yang saya korbankan. menghabiskan hari sabtu dirumah. membaca novel dan beberapa buku yang masih jadi 'pr' saya.
untuk beberapa hari ini saya sedang enggan berinteraksi dengan orang. ingin menghabiskan waktu dirumah bersama keluarga.
seburuk apappun keluarga itu, tetap rumah adalah tempat ternyaman.
ato sebaiknya bener2 nggak kuliah hari ini?
untuk beberapa hari ini saya sedang enggan berinteraksi dengan orang. ingin menghabiskan waktu dirumah bersama keluarga.
seburuk apappun keluarga itu, tetap rumah adalah tempat ternyaman.
ato sebaiknya bener2 nggak kuliah hari ini?
Senin, 11 April 2011
TAKUT
ku tahu kamu bosan, ku tahu kamu jenuh
ku tahu kamu tak tahan lagi
ini semua salahku, ini semua sebabku
ku tahu kamu tak tahan lagi
(jangan sedih, jangan sedih
aku pasti setia)
aku takut kamu pergi
kamu hilang, kamu sakit
aku ingin kau di sini
di sampingku selamanya
(jangan takut, jangan sedih
aku pasti setia)
repeat reff
aku ingin kau di sini
di sampingku selamanya
aku takut (jangan takut) kamu pergi (takkan pergi)
kamu hilang (wooo), kamu sakit
aku ingin (aku juga) kau di sini (bersamamu)
di sampingku (di sampingmu) selamanya
ku tahu kamu tak tahan lagi
ini semua salahku, ini semua sebabku
ku tahu kamu tak tahan lagi
(jangan sedih, jangan sedih
aku pasti setia)
aku takut kamu pergi
kamu hilang, kamu sakit
aku ingin kau di sini
di sampingku selamanya
(jangan takut, jangan sedih
aku pasti setia)
repeat reff
aku ingin kau di sini
di sampingku selamanya
aku takut (jangan takut) kamu pergi (takkan pergi)
kamu hilang (wooo), kamu sakit
aku ingin (aku juga) kau di sini (bersamamu)
di sampingku (di sampingmu) selamanya
Langganan:
Postingan (Atom)












