Senin, 04 November 2013

Sibuk Selama Menunggu


 Ada beberapa orang berdoa kemudian protes sama Allah, kapan doa saya terkabul? Kenapa sih doa-doa saya belum terkabul? Alloh lebih tahu kapan doa itu harus dikabulkan, di suatu waktu dimana kita butuh bukan kita inginkan. Alloh lebih tahu semuanya. Setelah kita berdoa, silakan bersabar dan menyibukan diri dalam usaha. Jangan hanya berdoa tanpa adanya usaha maksimal. Itu nonsense. Berdoa tanpa berusaha itu Bohong dan Usaha tanpa Doa itu Sombong.

#Menunggu keberhasilan
Diantara doa panjang kita, pasti ada terselip “ingin sukses, ingin berhasil” selama menunggu keberhasilan, puncak. Sibukkan diri dalam usaha-usaha untuk meraihnya. Insyaallah tanpa kita sadari kita sudah sampai lembah, bukit, anak gunung kemudian sampailah kita di puncak. Tanpa terasa, karena kita melakukannya dengan terus berjalan dan focus. Kalau ingin berhasil, mari kita bersama-sama untuk terus memperbaiki diri dan bersabar J


#Menunggu jodoh
Menurut saya saat ini, jodoh itu tak bisa dipaksa kesiapannya. Datangnya pun tak bisa diduga. Mungkin bisa saja kita mentargetkan mau menikah kapan, tapi Alloh yang selalu lebih tahu saat yang tepat menurut Dia. Selama menunggu jodoh atau menunggu matangnya kesiapan menikah. Terus sibukkan diri untuk menjadi istri yang solehah, yang bisa ngrumat keluarga, belajar parenting, memasak, keuangan atau hal-hal mendukung guna mempersiapkan keluaraga samawa. Dari tangan seorang ibu, generasi-generasi yang akan dating dicetak So, jadi ibu itu sangat perlu pendidikan dan ketrampilan khusus.Benarlah kata Bang Tereliye, untuk menjadi Ibu Rumah Tangga kita perlu pendidikan tinggi, jangan menyepelekan pekerjaan Ibu Rumah Tangga. Sementara seorang laki-laki, sibukkan diri untuk menjadi suami yang dapat menjadi imam dunia dan akkhirat. Sibukkan diri untuk berusaha secara materi, leadership, memperdalam ilmu agama dan sebagainya karena kapal yang ditumpangi tergantung nahkodanya J



#Menunggu kematian
Telah kita sadari bersama, kematian itu sangat dekat dengan kita. Kita tidak tahu kapan ia datang. Ya, pada hakikatnya kita semua sedang menunggu kematian. selama jangka waktu menuju kesananya, sibukkan diri untuk bekal kehidupan disani. Oia saya pernah denger cerita, ada suatu keluarga yang biasa membicarakan kematian dalam keseharian. Yup, setidaknya anak-anak tidak takut dengan kata tersebut serta terus mempersiapkan amal terbaik. Saya juga mendengar kalau kita bisa merencanakan kematian, maksudnya kita berdoa pada Allah ingin mati dalam kondisi seperti apa. Misalnya saya ingin mati layaknya layaknya orang tidur, tak menyusahkan orang lain dan sebelumnya mampu melafalkan Tahlil dengan lancer. Itu harapan saya, tapi waallahu alam… J Yang dapat saya perbuat sekarang terus menyibukkan diri dengan amalan-amalan, dan semoga bisa tersenyum ketika bertemu dengan Rabb kita. Amiinn.




MENUNGGU??
Sibuk berusaha + bersabar + berdoa


Tidak ada komentar:

Posting Komentar