#Menunggu
keberhasilan
Diantara doa
panjang kita, pasti ada terselip “ingin sukses, ingin berhasil” selama menunggu
keberhasilan, puncak. Sibukkan diri dalam usaha-usaha untuk meraihnya.
Insyaallah tanpa kita sadari kita sudah sampai lembah, bukit, anak gunung
kemudian sampailah kita di puncak. Tanpa terasa, karena kita melakukannya
dengan terus berjalan dan focus. Kalau ingin berhasil, mari kita bersama-sama
untuk terus memperbaiki diri dan bersabar J
#Menunggu jodoh
Menurut saya
saat ini, jodoh itu tak bisa dipaksa kesiapannya. Datangnya pun tak bisa
diduga. Mungkin bisa saja kita mentargetkan mau menikah kapan, tapi Alloh yang
selalu lebih tahu saat yang tepat menurut Dia. Selama menunggu jodoh atau
menunggu matangnya kesiapan menikah. Terus sibukkan diri untuk menjadi istri
yang solehah, yang bisa ngrumat keluarga,
belajar parenting, memasak, keuangan
atau hal-hal mendukung guna mempersiapkan keluaraga samawa. Dari tangan seorang
ibu, generasi-generasi yang akan dating dicetak So, jadi ibu itu sangat perlu
pendidikan dan ketrampilan khusus.Benarlah kata Bang Tereliye, untuk menjadi
Ibu Rumah Tangga kita perlu pendidikan tinggi, jangan menyepelekan pekerjaan
Ibu Rumah Tangga. Sementara seorang laki-laki, sibukkan diri untuk menjadi
suami yang dapat menjadi imam dunia dan akkhirat. Sibukkan diri untuk berusaha
secara materi, leadership,
memperdalam ilmu agama dan sebagainya karena kapal yang ditumpangi tergantung
nahkodanya J
#Menunggu
kematian
Telah kita
sadari bersama, kematian itu sangat dekat dengan kita. Kita tidak tahu kapan ia
datang. Ya, pada hakikatnya kita semua sedang menunggu kematian. selama jangka
waktu menuju kesananya, sibukkan diri untuk bekal kehidupan disani. Oia saya
pernah denger cerita, ada suatu keluarga yang biasa membicarakan kematian dalam
keseharian. Yup, setidaknya anak-anak tidak takut dengan kata tersebut serta
terus mempersiapkan amal terbaik. Saya juga mendengar kalau kita bisa
merencanakan kematian, maksudnya kita berdoa pada Allah ingin mati dalam
kondisi seperti apa. Misalnya saya ingin mati layaknya layaknya orang tidur,
tak menyusahkan orang lain dan sebelumnya mampu melafalkan Tahlil dengan
lancer. Itu harapan saya, tapi waallahu alam… J
Yang dapat saya perbuat sekarang terus menyibukkan diri dengan amalan-amalan,
dan semoga bisa tersenyum ketika bertemu dengan Rabb kita. Amiinn.
MENUNGGU??
Sibuk berusaha + bersabar + berdoa



Tidak ada komentar:
Posting Komentar