Selasa, 30 Juli 2013

ORANG MERUGI ITU, APABILA . . .




Ketika Rasulullah sedang berkhotbah di mimbar,
tiba-tiba beliau mengucapkan amin sebanyak tiga kali...
Amin...
Amin...
Amin...
Setelah Rasullullah turun dari mimbar para sahabat bertanya :
“Ya Rasullullah, mengapa tadi kau mengucapkan Amin sebanyak 3 kali?”
Rasulullah pun menjawab,
“Aku sedang mengaminkan doa malaikat Jibril”
“Doa apa itu ya Rasullulah?”
“Termasuk didalamnya orang-orang merugi: 
1.   Apabila disebut namaku (Muhammad) dan tidak bersholawat kepadaku  
2.  Apabila masih memiliki orang tua namun tak bisa masuk surga
3.  Apabila datang bulan Ramadhan namun tak berkurang dosa darinya

            Ada 3 hal pokok dalam doa diatas:

Apabila kita mendengaar nama Rasulullah, Nabi Muhammad, hendaknya kita bersholawat padanya.. Apabila hal itu tidak kita lakukan, maka kita termasuk orang-orang yang merugi. Kenapa? Lihat saja, berapa banyak jasa Rasulullah? Membawa kita dari jaman jahiliyah menuju jaman terang benderang? Menjadikan kita umat yang pertama masuk surga sebelum umat Nabi-Nabi yang lain? Mencintai kita sepenuh hati hingga di nafas terakhirnya, beliau masih mengingat kita dan berkata “Ummati..ummati...” Subhanaallah... bahkan Rasulullah lah yang akan memberikan syafaat di hari akhir kelak, hari dimana tak ada lagi pertolongan kecuali dari Rasulullah dan Allah Azza wa Jalla. Apakah berat melafalkan “Allhahumma sholi ‘ala Muhammad wa ‘ala illahi Muhammad
Sungguh benar-benar merugi orang yang tidak mengamalkannya.

 Apabila kita masih memiliki orang tua namun kita tidak bisa masuk surga karenanya, sungguh sangat merugilah kita. Karena surga begitu dekat, cukup berbakti pada orang tua, berbuat baik padanya. Insyaallah Jannah akan kita peroleh. Lalu bagaimana kalo orang tua kita tidak baik, tidak mengurus kita, meminta kita melakukan hal-hal buruk? Akan kita bahas selengkapnya pada postingan Tak Ada Orang Tua Sempurna, Kawan!
Apabila datang bulan Ramadhan tapi dosa-dosa kita tak berkurang karenanya. Sungguh rugi. Padahal di Bulan Ramadhan semua amalannya dilipatgandakan pahalanya. Pahala ibadah sunnah layaknya pahala ibadah wajib dan pahala ibadah wajib dilipatkan 70 kali. Ramadhan bulan penuh ampunan, berkah dan rahmat. Hendaknya kita mengkhusukan sholat, memperbanyak tadarus Al Qur’an, memperbanyak berderma, menuntut ilmu, muhasabah dan amalan-amalan lainnya. Ketika Allah melimpahkan semua rahmat-Nya dan dosa-dosa kita tak berkurang bahkan malah bertambah? Naudzubillah... adakah kata selain merugi??

Lalu, KONSEKUENSI apa yang didapat ORANG MERUGI?
Tentu, semakin jauh dari surga dan semakin dekat dengan neraka.

Wallahu a'lam bish shawabi.



 July, 27th 2013 @mieanglo


Jumat, 19 Juli 2013

Welcome to MAHASISWA BARU 2013!






Ciee.... yang udah jadi mahasiswa....
Senengnya...
Udah gak pake abu-abu lagi nih....
Udah bisa pulang malem ni....
Ciee...mahasiswa baru...

Selamat buat yang dapat diterima di Universitas yang diidam-idamkan...
Selamat menapaki tangga-tangga kesuksesan!
SELAMAT! SELAMAT! SELAMAT!

Tentunya hampir semua orang merasa senang ketika mampu meraih apa yang ia impi-impikan, begitu juga dengan yang dapat diterima di kampus yang dipilih. Mungkin ada yang tidak masuk di pilihan pertama, tapi bersyukurlah walaupun itu pilihan kedua atau ketiga. Tetap bersyukur. Karena ada ratusan, ribuan orang diluar sana yang kecewa, bahkan menangis melihat hasil pengumuman tanggal 9 Juli yang lalu. Hmm...kalau mungkin masih kecewa karena masuk di jurusan yang tidak sesuai, bolehlah nyoba tahun depan lagi.... tapi yang ada sekarang disyukuri dulu ya.... :)

Lalu apakah mahasiswa itu kegiatannya hanya kuliah, trus nongkrong, ngemall? Ketawa-ketiwi. Seperti yang digambarkan di televisi? No. No. No.
Itu hanyalah gambaran kecil. Menjadi mahasiswa itu tidak mudah tapi menyenangkan :)
Sudah tidak trennya lagi menjadi mahasiswa yang hanya kuliah- kongkow tanpa arti.
Yang ada,  jadilah mahasiswa produktif.
Kenapa?
Look at surrounding!
Banyak anak muda, diantaranya mahasiswa yang tidak hanya kuliah, tapi memanfaatkan peluang yang ada. Udah gak jamannya uang kuliah masih minta ortu. Yang ada tuh mandiri.

Kan bapakku kaya, so what?
Kalo kaya bukan berarti bukan buat diabisin, ngemall sana-sini tanpa arti. Manfatin dunk kekayaan orang tua  buat bikin usaha.

Kan ortu relasinya banyak, jadi gampang dunk buat cari kerja kalo udah lulus.
Mumpung relasi ortu banyak, manfaatin dunk buat tempat magang selama libur semester. Ilmu dan wawasan akan bertambah, jadi deh mahasiswa yang nggak manja...

Kan masih muda, ngapain produktif?
Karena masih muda itu kudu produktif, gak mau kan menua dengan menanggung banyak hutang? Hutang harta, hutang budi dan hutang-hutang yang lain...




Selama jadi mahasiswa manfaatin bener-bener, buat nambah wawasan. Kumpul dengan orang-orang sevisi. 
Buat yang suka ngomong dan tampil di publik bisa deh ikut BEM, buat yang seneng tulis menulis bisa ikut forum ilmiah atau pers mahasiswa, yang suka entrepreneur bisa deh ikut KOPMA(Koperasi Mahasiswa) atau HIPMI Kampus, atau yang suka hal-hal yang religius bisa organisasi keagamaan, yang suka nyanyi bisa di paduan suara, yang suka kegiatan sosial bisa deh ikut LSM, komunitas sosial atau organisasi kerelawanan, intinya jadi mahasiswa itu harus produktif. Mengurangi hal-hal yang kurang bermanfaat,  nge-galau di socmed, ngemall tiap hari hari dan sebagainya. 

Contoh konkretnya, ada anak manajemen UNS yang suka fashion desain, sekarang punya brand sendiri namanya @shofiakhansa, ada mawapres UNS yang cerdas dan sering keluar negeri @KallaBuana, atau @mardiasih yang tulisannya sering dii muat di media massa.

Finally, manfaatin masa mahasiswamu sebaik mungkin. Ikuti arah passion.. :)


SALAM SEMANGAT UNTUK MARU 2013!!
THE JUNGLE IS YOURS!!



Selasa, 02 Juli 2013

B A H A G I A

Bahagia itu terkadang bukan pada saat pencapaian,
Melainkan pada saat kita menikmati hal-hal kecil dengan senyuman lapang
Seperti bertemu dengan bu dokter yang ramah, bu dosen yang baik hati, teman yang penuh canda dan orang terdekat yang menyapa dengan hangat...
-         - June, 2nd 2013-


Bahagia, perasaan lega atau semacamnya sebenarnya bisa kita rasakan setiap saat, apapun alasannya. Mungkin karena pagi ini kita bisa menikmati sepiring nasi goreng buatan ibu, mungkin pagi ini adek kita udah nggak rewel, mungkin pagi ini sahabat jauh kita menyapa lewat sms, atau apalah. Selalu ada seribu alasan untuk bahagia. Tergantung pada hati dan pikiran kita, mau membuatnya bahagia, tidak bahagia atau biasa aja? :O
Menjadi bahagia itu adalah pilihan, seperti halnya mau ngeluh atau bersyukur? Yup. Itu pilihan. Dan semua pilihan itu ada didiri kita, di hati dan pikiran kita....

Bahagia itu terkadang pada suatu proses, bukan pada saat kita mencapainya. Walaupun ada orang yang benar-benar bahagia, ketika sampai dipuncaknya. Yup, tentu saja setiap orang punya definisi dan pengartian berbeda untuk satu kata ini. Perasaan hampa kadang malah kita rasakan saat kita mencapai semuanya. Mungkin kita senang, tapi tak benar-benar bahagia. Istilahnya bahagia formalitas. Yup. Gimana kebiasaannyalah orang mendapat apa yang diinginkan, karena apa yang kita inginkan sudah kita rancang sedemikian rupa, sudah kita rencanakan, sehingga kadang setelah kita mencapainya. Rasanya ya datar aja.

Hmm..tapi ketika kita menjalani prosesnya, biasanya akan banyak kejutan-kejutan yang tak terencana, jalan yang penuh tanjakan akan membawa sensasi berbeda...
Apapun itu, nikmatilah apa yang kita miliki sekarang, bersyukur dengan memaksimalkan potensi yang kita punya.

Karena pada hakikatnya, bersyukur itu adalah prestasi. Kita baru dinilai benar-benar bersyukur, apabila kita sudah mencapai prestasi. Prestasi pun setiap orang punya ukurannya sendiri-sendiri. Prestasi tak harus dengan penghargaan bla...bla...bla... tapi sesuaikan dengan apa yang ingin kita tuju. Maka begitu penting menetapkan tujuan dalam hidup kita, karena jika kita tidak memiliki tujuan hidup maka kita akan hidup dengan tujuan orang lain...

Bahagia adalah bagian dari proses mencapai tujuan, jangan menunggu sampai di tujuan. Berbahagialah selagi kita berproses.. :)

Selamat malam! Selamat berBahagia! 



# selftalkreminder

Selasa, 25 Juni 2013

MIMPI KELILING



       Jogja! Akhir tahun kemarin saya kesana bersama partner in 'crime' saya, Rida . Kita sebenarnya ingin berkunjung ke beberapa kota di Indonesia, seperti Bandung, Jakarta, Malang... Dulu waktu kecil saya sudah kesana, namun saya ingin kesana lagi ketika saya sudah dewasa seperti saat ini...


Monas


 Pantai Sempu

Hmm..awal tahun ini sempat saya dan Rida punya rencana ikut trainernya kek Jamil Azzaini di Bogor, and finally... kita gak jadi berangkat, yup.karena saat itu memang skripsi butuh perhatian lebih dan simbah sakit. Dan terakhir bulan Mei kemarin kami merencanakan untuk ikut Young on Top Conference di Jakarta, finally..akhirnya ndak jadi berangkat lagi... Bandung? Ingin kesana... :0

 Bandung

      Siang ini, saya pun kembali membahas tentang rencana keliling kami yang sebagian besar belum terlaksana, mungkin azzam kita belum kita, begitu juga dengan kondisi financial kita -_- (nasib mahasiswa tingkat akhir).Tapi kata Rida, setidaknya kita pernah merencanakan, entah bagaimana nanti jalannya. Kita pun bisa keliling dengan alasan-alasan yang tak terduga. Yupp.

        Dan saya menyakini. Kita akan keliling Indonesia, entah itu kapan dan dengan alasan apa. Begitu juga dengan keinginan saya untuk berdiri di depan Melbourne University's Gate, entah hanya sekedar mampir, ikut seminar atau menimba ilmu disini. I don’t know. Saya hanya menyakininya, entah tahun ini, tahun depan, 5 tahun lagi, 10 tahun lagi, atau 20 tahun lagi. Hanya mampu melakukan yang terbaik untuk hari ini.

 Melbourne University's Gate

Seminar MU
         Minta sama Alloh, dibarengi usaha dan keyakinan kuat. Insyaallah akan menjadi nyata sekarang atau suatu saat nanti. Timing terwujudnya mimpi tersebut sudah coba saya rencanakan dalam bentuk Proposal Hidup. And finally, Alloh lebih tahu mana yang lebih baik untuk kita... ada hal-hal yang dipercepat dari rencana kita ada juga yang diperlambat, karena Alloh lebih tahu yang lebih tepat. Believe it. Berusaha dan jangan menyerah saja. Saya merasakan ketika, saya berencana skripsi saya sudah kelar di bulan Maret 2013 tapi Alloh berkehendak lain, bulan Juni baru kelar. Tapi Alloh mempercepat rencana saya untuk membuat semacam house of learning, yang saya rencanakan baru bisa saya buat setelah saya menikah nanti. Yupp. Alloh lebih tahu, dan house of learning ini bernama Rumah Ceria ini sudah hampir 2 bulan berjalan, alhamdulilah sudah ada sekitar 60 anak yang terdaftar, dengan siswa aktif 20-30 anak.


      Dalam setiap usaha perwujudan mimpi itu, tentunya ada doa Ibu yang tak pernah henti dan Bu Elvi (yang sudah saya anggap sebagai ibu kedua saya). I just want to make them prood of me. Just make little smile on their lips. And show to the world, that in the right ways we can make dreams come true...:)





*Where will we go?
Someday, somewhere, somehow...


Senin, 20 Mei 2013

APA SIH GUNANYA SKRIPSI? (BAB I)



Kenapa harus ada skripsi?
Toh, materi skripsi juga nggak dipakai ketika kerja kan?


Hmm..materi skripsi mungkin memang tidak akan dipakai dalam dunia kerja nanti. Namun di kampus, sekolah, masyarakat maupun tempat kerja kita menghargai satu hal yang sama.

What’s it?

Kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan yang sudah menjadi tanggung jawab kita. Kebiasaan-kebiasaan saat menghadapi pekerjaan, tugas dan kewajibanlah yang akan dihargai oleh dunia kerja nantinya. Tentunya, sukses juga akan ditentukan oleh kebiasaan kita dalam menghadapi tugas. Kalau tugas kita sekarang menyelesaikan skripsi, maka selesaikan dengan sikap terbaik. Tunjukkan kalau kita pantang menyerah dengan kendala yang ada... :)


Jadi tahu alasan kita harus menyelesaikan skripsi? Yup. Bukan sebatas pada aplikasi atau penerapan dari ilmu dan teori yang kita dapat semasa pembelajaran di kelas. Lebih dari itu, kita mempelajari banyak hal dari skripsi, istilah pembelajaran implisit. Hal-hal tersebut yang membedakan kita dengan siswa SMA ketika melakukan persyaratan kelulusan, mereka cukup mengerjakan soal-soal UAN, sedangkn mahasiswa? Harus membuat suatu ‘karya’ nyata, dimana dalam proses itu akan banyak nikmat ataupun kendala yang kita peroleh. Namanya proses, tentunya ada suka ada duka, ada lega ada sesak... But, this is real life!

Dari skripsi kita akan belajar sabar dan pantang menyerah. Sabar nunggu dosen pembimbing, sabar untuk dapat ACC, sabar kalo uang bulanan gak cukup buat fotokopi, dan sebagainy. Apalagi kalo ditambah mesti berjuang melawan sikap malas ngerjain revisian, yah.. kadang kita merasa masih punya banyak stok hari esok... Padahal? Jadilah kita menunda ngerjain revisian, endingnya? Kita kalah dengan diri kita. Dan skripsi pun tak kelar-kelar.

Skripsi membelajarkan kita dapat berkomunikasi yang baik, komunikasi dengan dosbing, ketua jurusan, tempat penelitian, ataupun bagian administrasi fakultas. Perlu komunikasi yang baik agar semuanya berjalan sesuai harapan, tapi catet! Jangan carmuk ya.. :)

Makna kekonsitenan komitmen akan kita dapatkan ketika nyekripsi. Tentunya kita sebagai mahasiswa memiliki komitmen ataupun deadline selesainyanya suatu pekerjaan. Hmm..mungkin ada yang merasa tidak memiliki komitmen atau deadline, tapi pasti pernah donk mengangankan waktu selesainya skripsi? Biasanya sih, dengan ada deadline maka kita akan lebih bersemangat nyelesein skripsi, tapi kadang ada gangguan kecil seperti ajakan maen dari temen, hal ini pun bisa menggoyahkan komitmen untuk menyelesaikan tepat waktu. Kadang BBM-an, twitteran, fban ataupun socmed lainnya seringkali menggoyahkan komitmen kita juga, dengan dalih cari selingan atau hiburan, kita buka fb, donwload video, twitteran gak sadar ternyata 3 jam berlalu.... hmmm...seharusnya kan udah bisa selesai 1 bab tuh... hehehehe. Disinilah ujian konsisitensi kita diadu :)

Kita akan belajar berpikir sistematis. Tentunya dunk... kalo kita tipe orang yang suka mikirnya loncat-loncat, dengan ngerjain skripsi maka kita akan menyusun setiap materi dengan sistematis. Ketika menyusun skripsi kita terlebih dahulu akan melihat apa latar belakangnya, lalu kita rumuskan sebenarnya masalahnya itu apa, adakah manfaatnya, hal-hal apa saja yang mendukung terselesaikannya masalah itu, bagaimana cara memecahkannya, dan berakhir pada kesimpulan dan saran. Ini akan cukup membuat kita belajar, ketika di lingkungan kerja, lingkungan masyarakat ataupun lingkungan keluarga dalam memecahkan masalah, ketika melihat masalah tentu hal yang pertama kita lihat adalah apa latar belakang masalah itu, jangan mencari solusi sebelum tahu akar masalahnya. Biasanya hal tersebut kurang efektif.

Yup. Apapun yang kita lakukan akan kita tuai suatu saat nanti. Kalau kita menyelesaikan ‘pekerjaan’ skripsi dengan cara sebaik mungkin, maka kita akan menuai hal terbaik juga... dan sikap pantang menyerah, sabar, kesistemtisan akan kembali ke kita dan membentuk karakter kita. Dan karakter inilah yang akan berharga di kehidupan di masa depan... :D







To becontinue....
Cepat atau Lambat?
(Bab II)

Senin, 06 Mei 2013

LAKUKAN YANG TERBAIK

Diskusi dengan Pak Indrawan Yepe beberapa waktu lalu memberikan banyak hikmah, salah satunya Beri dan Lakukan yang Terbaik dalam setiap tindakan.

Sering orang mengucapkan 3 kata ini, tapi saya baru - baru ini bisa memahaminya. Lakukan yang terbaik = lakukan dengan luar biasa. Apapun itu. Begitu juga dengan menghadapi anak-anak. Perlakukan mereka dengan luar biasa, dengan cara ISTIMEWA!

Misal ketika kamu mengajar dan dibayar Rp 20.000,00/pertemuan walaupun sebenarnya kamu bisa dibayar lebih dari itu. Tapi lakukan pekerjaan itu sebaik mungkin, layaknya kamu dibayar Rp 200.000,00. Syukuri gaji cash yang diberikan Rp 20.000,00 dan mintalah kekurangan Rp 180.000,00 pada Alloh lewat jalan lain atau menjadi tabungan di akhirat. Ya...karena kita telah melakukan pekerjaan senilai Rp 200.000,00

Subhanaallah...

Ini tentunya tak hanya berlaku untuk masalah uang, tapi juga pekerjaan-pekerjaan hidup lainnya. Lakukan dengan terbaik, luar biasa, istimewa biarkan Alloh yang ‘membayarnya’...

Karena janji Alloh pasti! Tak ada yang sia-sia dalam kebaikan, apalagi dalam rangka meringankan beban sesama... :)

Minggu, 14 April 2013

SIMBAH PUTRI


“ Indah wis mulih durung?”
“ Mbok nek mulih ojo wengi-wengi to nduk...”


Kalimat-kalimat itu masih teringang di telinga saya, kalimat yang dilontarkan oleh simbah putri ketika masih sugeng kalau magrib saya belum ada di rumah. Beliau lebih mengkhawatirkan saya dari pada ibu saya sendiri. Beliau khawatir ada ‘orang-orang jahat’ yang menghadang di jalan seperti di tipi-tipi itu, hehehe. Secara kurang lebih 20 km jarak rumah - kampus, jalannya juga seperti medan off road*hauah*, sebenarnya maklum saja sih kalau khawatir. Tapi selalu saja mengabaikan kekhawatiran beliau. Saya masih sering pulang malam, karena beberapa aktivitas seperti kadang ngajar, ngerjain tugas ataupun menjalankan amanah organisasi.

Simbah putri dari ibu meninggal tanggal 8 Maret 2013 yang lalu, dan besok genap 40 hari beliau tidak ada. Rasanya masih tersimpan banyak kenangan-kenangan, walau tak semuanya manis.. :)

Simbah putri didiagnosis diabetes 3 tahun yang lalu, kadar gulanya yang tinggi membuat beliau juga terkena stroke yang menyebabkan mata kanan tidak bisa melihat dan bibirnya -maaf-, miring ke kanan. Jalannya pun tak sempurna lagi, harus dibantu kruk kadang juga kursi roda. Berbagai pengobatan sudah dijalani, mulai medis, tradisional, pijat, sampai terapi air pun dijalani. Tanpa hasilnya tak seberapa. Yah...mungkin memang harusnya begitu..

Beberapa tahun terakhir ini walaupun terkena stroke tapi beliau masih bisa menjalankan aktivitasnya sendiri. Makan, minum, mandi semuanya bisa sendiri...

Sampai suatu ketika...

Pada awal Februari 2013, pagi-pagi subuh buta mendapat kabar kalau simbah terjatuh dari kamar mandi. Dan sejak saat itu beliau hanya bisa tidur di tempat tidur tidak bisa melakukan aktivitas sendiri...

Selama satu bulan lebih beliau tidak bisa kemana-mana, hanya tidur saja. Karena tubuhnya tak sanggup untuk duduk. Jadi terpaksa kami memakaikan pampers, karena penggunaan pampers terus menerus, kulit simbah yang sudah mulai getas mudah terluka. Akhirnya paha, pinggang dan punggungnya iritasi karena pemakaian pampers dan akibat tiduran terus di kasur..

Pada saat bersamaan sebelumnya, Ayah pun habis diopname di rumah sakit. Jadi ada kejadian gemesin saat itu, ketika Ayah jadwal check up dan bersamaan harus membawa simbah putri ke rumah sakit. Padahal rumah sakitnya berbeda, Ayah di RSUD sedangkan simbah di RSI Yaksi. Gemesinnya adalah ketika Ayah tidak mau check up kalo bukan saya yang nganterin padahal saat itu saya harus juga ngurus rawat inapnya Simbah, tapi endingnya semua kelar juga. Hmmm...ternyata Ayah manja juga ya, hehehehe.

Yup..Pada awalnya simbah sakit tidak langsung terbentuk luka, hanya merah seperti memar lama-kelamaan menjadi luka setengah basah. Atas inisiatif temen saya- yang dulu simbahnya juga mengalami hal sama- saya pergi ke Apotik untuk membeli obat luka.

Sebenarnya saya tidak tega harus mengobati luka simbah, luka yang berdiameter sekitar 7 cm di samping paha kiri ini sangat membuat saya tidak tega. Bukannya jijik tapi saya memang tak tega, karena pasti rasanya sakit sekali jika seperti itu. Saya membayangkan jika diri saya yang mengalami hal tersebut.. pasti rasanya Masyaallah sekali... 
Tapi mau tidak mau saya tetap harus membersihkan dan mengobati luka tersebut, kalau tidak maka luka tersebut akan semakin parah. Saya mencoba mengobati luka-luka tersebut, walaupun sebelumnya saya harus berteriak histeris dan istigfar berkali-kali ketika mau membersihkan luka dengan NaCl kemudian memberikan obat pengering luka diabet , hmm..pada akhirnya saya terbiasa. Dan saya pun menjadi perawat gadungan, lama kelamaan saya tak perlu berteriak histeris lagi sebelum membersihkan luka. Hehehe. Saya malah senang ketika membersihkan luka. Karena pada saat itu timbullah harapan untuk penyembuhan luka simbah...

Sayangnya...

Sebelum luka-luka itu sembuh, Allah berkehendak lain... Allah ingin menyembuhkannya secara langsung dengan menghentikan rasa sakit tersebut tepat tanggal 8 Maret, pukul 07.00 WIB.

Rasanya semua tangisan pecah. Tak tahu kenapa. Mungkin karena selama 22 tahun saya membersamai beliau. Walau semasa dulu, saya sering dimarahi tapi itu saya anggap sebagai pembebalan diri agar tak mudah rapuh.
Saya tak tahu apa ini namaya sebuah kesabaran atau bukan, tapi saya belajar untuk sabar begitu juga ketika saat bersamaan saya harus berlari-lari mengejar deadline skripsi saya.

Hmm...apapun itu saya percaya Allah punya rencana indah bagi bagi setiap hambaNya.. entah itu apa.. :)




*menjelang 40 hari simbah putri, untuk adik dan sepupu-sepupuku: Walaupun tak ada orang tua yang sempurna, tetapi tetaplah berbakti *