Ketika Rasulullah sedang berkhotbah
di mimbar,
tiba-tiba beliau mengucapkan amin
sebanyak tiga kali...
Amin...
Amin...
Amin...
Setelah Rasullullah turun dari mimbar
para sahabat bertanya :
“Ya Rasullullah, mengapa tadi kau
mengucapkan Amin sebanyak 3 kali?”
Rasulullah pun menjawab,
“Aku sedang mengaminkan doa malaikat
Jibril”
“Doa apa itu ya Rasullulah?”
“Termasuk didalamnya orang-orang
merugi:
1. Apabila disebut namaku (Muhammad) dan tidak bersholawat kepadaku
2. Apabila masih memiliki orang tua namun tak bisa masuk surga
1. Apabila disebut namaku (Muhammad) dan tidak bersholawat kepadaku
2. Apabila masih memiliki orang tua namun tak bisa masuk surga
3. Apabila datang bulan Ramadhan namun tak berkurang dosa darinya
Ada 3
hal pokok dalam doa diatas:
Apabila kita mendengaar nama Rasulullah, Nabi Muhammad,
hendaknya kita bersholawat padanya.. Apabila hal itu tidak kita lakukan, maka
kita termasuk orang-orang yang merugi. Kenapa? Lihat saja, berapa banyak jasa
Rasulullah? Membawa kita dari jaman jahiliyah menuju jaman terang benderang?
Menjadikan kita umat yang pertama masuk surga sebelum umat Nabi-Nabi yang lain?
Mencintai kita sepenuh hati hingga di nafas terakhirnya, beliau masih mengingat
kita dan berkata “Ummati..ummati...” Subhanaallah... bahkan Rasulullah lah yang
akan memberikan syafaat di hari akhir kelak, hari dimana tak ada lagi
pertolongan kecuali dari Rasulullah dan Allah Azza wa Jalla. Apakah berat
melafalkan “Allhahumma sholi ‘ala Muhammad wa ‘ala illahi Muhammad”
Sungguh
benar-benar merugi orang yang tidak mengamalkannya.
Apabila kita masih memiliki orang tua namun kita tidak bisa
masuk surga karenanya, sungguh sangat merugilah kita. Karena surga begitu
dekat, cukup berbakti pada orang tua, berbuat baik padanya. Insyaallah Jannah
akan kita peroleh. Lalu bagaimana kalo orang tua kita tidak baik, tidak
mengurus kita, meminta kita melakukan hal-hal buruk? Akan kita bahas
selengkapnya pada postingan Tak Ada Orang Tua Sempurna, Kawan!
Apabila datang bulan Ramadhan tapi dosa-dosa kita tak
berkurang karenanya. Sungguh rugi. Padahal di Bulan Ramadhan semua amalannya
dilipatgandakan pahalanya. Pahala ibadah sunnah layaknya pahala ibadah wajib
dan pahala ibadah wajib dilipatkan 70 kali. Ramadhan bulan penuh ampunan,
berkah dan rahmat. Hendaknya kita mengkhusukan sholat, memperbanyak tadarus Al
Qur’an, memperbanyak berderma, menuntut ilmu, muhasabah dan amalan-amalan
lainnya. Ketika Allah melimpahkan semua rahmat-Nya dan dosa-dosa kita tak
berkurang bahkan malah bertambah? Naudzubillah... adakah kata selain merugi??
Lalu, KONSEKUENSI
apa yang didapat ORANG MERUGI?
Tentu, semakin jauh dari surga dan semakin dekat dengan
neraka.
Wallahu a'lam bish shawabi.
July, 27th 2013 @mieanglo

Tidak ada komentar:
Posting Komentar