Jarak dan waktu mungkin memisahkan,
tapi tidak dengan hati….
Long
Distance Relationship atau sering kita sebut LDR, merupakan suatu hubungan yang
dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan tempat yang berbeda. Tempat berbeda
ini bisa diasumsikan kota, provinsi, pulau, bahkan negara. Karena perbedaan
tempat ini tentunya ada jarak yang
memisahkan.
Mungkin
beberapa orang berpendapat bahwa hubungan yang LDR itu nonsense, tapi tidak sedikit juga yang ngerasa nyaman dengan LDR. Kenapa
orang memilih LDR? Mungkin
untuk alasan study, untuk bekerja atau untuk mewujudkan mimpi-mimpi mereka
terlebih dahulu.Dan
mereka akan bertaemu di suatu ketika setelah ‘pekerjaan’nya selesai.
Kalo
menurut saya, LDR itu hanya soal komitmen.
Ketika
seseorang menjaga komitmen dengan baik maka jarak dan waktu pun tak menjadi
kendala. Oia
LDR itu juga suatu pilihan, karena tentunya banyak resiko yang bakal dihadapi,
seperti rasa kurang percaya, rasa kesepian, rasa kangen, rasa kurang diperhatikan
dan rasa-rasa yang nggak enak lainnya.
Yah…intinya
ujian kesabaran. Menanti sesuatu yang indah di suatu ketika. Kalaupun ada yang
gagal #LDR itu juga pilihan, percaya sajalah Tuhan selalu punya renacana indah
untuk hamba-Nya.
Kalo
cerita soal LDR, ada beberapa cerita yang ber-happy ending. Seperti kisah Putri
Sultan Hamnegkubowono X, Gusti Kanjeng Ratu Hayu dan Kanjeng Pangeran Haryo Notonegoro pun ternyata tak jauh-jauh dari kata LDR, dan mereka kenal lewat MIRC (situs
chatting yang mewabah awal tahun 2000an), mereka pacaran selama 10 tahun. Mbak
Hayu lanjut kuliah di Inggris sedang mas Notonegoro sibuk mengurus di PBB. Tanggal 21-23 Oktober 2013 mereka melansungkan pernikahan
ala keraton Ngayogyakarta.
(Foto:KeratonWedding)
Ada juga cerita dari situs kompasiana, ada seorang yang tertarik dengan seorang cewek karena tulisan-tulisannya di dunia maya, yang cewek di Indonesia dan yang cowok sedang kerja ada di Korea. Mereka belum pernah ketemu, tapi sering berhubungan lewat sosmed malah pernah juga si cowok kirim ginseng asli Korea buat si cewek… J
Hal
ini juga dialami oleh kakak dari seorang teman, namanya Mb Meila, melansungkan
pernikahan pada bulan September 2013 kemarin, setelah menjalani 4 tahun LDR,
karena kuliah dan pekerjaan. Mas Ozi, suami mb Meila pernah bekerja di luar
Jawa dan sekarang di Jakarta sedangkan mb Meila menetap di Semarang. Yah…pada
akhirnya semua indah pada waktunya… J
Mungkin
masih ada banyak cerita LDR yang ber-happy
ending atau bahkan sad ending. Apapun
itu, intinya adalah belajar untuk menjaga komitmen. Bertanggung jawab dengan
apa yang telah dikatakan dahulu. LDR ini tak hanya berlaku untuk hubungan
dengan someone special lho *uhuk*,
tapi juga berlaku untuk sahabatan. Karena alasan pekerjaan, kita pun bisa LDR
dengan sahabat kita.
Yup…seperti yang saya alami sekarang ini. Kita
berkomitmen untuk kontak-kontakan terus, walaupun mungkin tak seintensif dulu. Komunikasi.
Ini juga hal yang perlu diperhatikan kalo LDR, mungkin bisa lewat telepon, sms,
sosmed yang semakin beragam. Selain komunikasi secara langsung, kita pun wajib
banget komunikasi lewat DOA. Karena Allah-lah yang Maha Menautkan dan
Membolak-balikkan hati manusia… J. Salam LDR!
*syukuri dan jaga apa yang kita miliki sekarang
(Oct, 21st 2013)




koq kita jadi rada cantik gitu sih penampakannya...wkwkwk
BalasHapusitu kamu edit pake apaan? :P
kau cantik lebih dari yang kau bayangkan... :P
BalasHapus