Rabu, 09 Maret 2011

YOUTH INDONESIAN SUPER CAMP

YISC merupakan salah satu proker deplu bem uns, mengadakan pelatihan semi militer yang berkiblat pada pergerakan mahasiswa. Gerakan mahasiswa memang perlu dikobarkan lagi, karena perubahan itu hadir dari pemuda,khususnya dalam hal ini adalah para mahasiswa. Untuk itu perlu diadakan pemahaman akan Gerakan Mahasiswa pada mahasiswa yang baru masuk Perguruan Tinggi, yaitu angkatan 2009 dan 2010, karena mereka masih perlu diberi pemahaman dan diberi gambaran tentang masa ymendatang. Mendidik mahasiswa untuk tidak apatis terhadap nasib bangsanya sendiri seperti yang terjadi saat ini. Pemuda inilah yang nantinya menentukan nasib bangsa ini ke depan, berarti ketika mereka mampu sedikit berpikir untuk bangsanya maka secara tidak langsung ia akan berusaha mengubah nasib dirinya sendiri, begitu juga sebaliknya.



YISC dadakan selama 3hari, mulai tanggal 4-6 Maret 2011 bertempat di Mojolaban Sukoharjo, Jawa Tengah. Ini merupakan pelatihan pertama d Indonesia yang mengkhususkan pada gerakan mahasiswa tidak seperti pelatihan2 yang sebelumnya ada. YISC ini mengusung tema Camp, yang dapat diartikan peserta bertenda layaknya kemah. Tapi pada nyatanya, tenda ini hanya digunakan untuk istirahat malam saja, sedangkan materi2 yang disampaikan di Aula Kelurahan Demakan, Mojolaban.
Sebenarnya konsepan Youth Indonesian Super Camp ini sangatlah bagus, mendatangkan pembicara2 tersohor seperti Anis Baswedan, Eko Prasetyo, Yudhi Latif dan Agung Baskoro. Sayangnya, 3 pembicara yang diharapkan tidak bisa hadir, Pak Anis Baswedan sedang ke Perancis, Pak Eko malamnya bilang kalo kena usus buntu mendadak-moga cepat sembuh ya Pak :)- Pak Yudhi Latif, beliau salah melihat jadwal, dikiranya acaranya beliau tanggal 6 Maret padahal materi Pak Yudhi Latif tanggal 5 Maret-miskom-,hmm...padahal tiket pesawat sudah dipesan dan nggak bisa dicancel-sabar boo.....- tinggal Mas Abas yang datang, yang lainnya memakai pembicara pengganti-maaf peserta YISC,huhuhu


Hari terakhir, saatnya OUTBOND bersama tentara2 Yonif-hohoho-. Saya sebagai panitia pun tak mau ketinggalan ikut outbond. Saya mencoba untuk naik Wall Climbing, awalnya saya sempat ragu, emang saya bisa? memanjat papan setinggi 20an meter? apalagi baru saja teman saya, Lala, baru beberapa meter nggak bisa, mb Vera pun bilang,'jangan mempermalukan diri sendiri deh' hohohoho. tapi saya tetep ingin mencoba, walopun kalo nantinya jatuh tak apalah setidaknya saya pernah mencoba... :)
diiringi dengan ledakan pak tentara-yang tak tau sapa namanya, maaf pak nggak sempet nanya.hehehe-
Pertama naik jatuh, tapi saya coba lagi-dengan trik yang diberikan om tentara.hohoho-
perlahan tapi pasti akhirnya saya bisa mencapai puncak. alhamdulillah..



ternyata wall climbing tak sesulit apa yang saya bayangkan.. hmmm.. saya jadi ingat mimpi-mimpi saya, akankah tak sesulit wall climbing???

Tidak ada komentar:

Posting Komentar