Selasa, 04 Februari 2014

SURPRISE!


Tara….Surprise….!!!!

Hampir semua orang pasti seneng dapet surprise, dikerjain abis-abisan misal ada yang pura-pura salah telpon, pura-pura ada guru marah, pura-pura mati*Radit banget :D*, atau pagi-pagi datang ke rumah ngasih kue,  ( heuehue…semua sudah saya alami dan jalankan selama sekolah sampai kuliah. Hohoho) Surprise ini biasanya pada moment-moment tertentu, ketika ulang tahun, wisuda, atau apapun itu yang momentnya penting! Dan surprise itu identik dengan sesuatu yang menyenangkan… walau tidak semuanya, tapi kebanyakan begitu… iya kan? Sepakat? Sepakat donk…. :D

Sayangnya, di kehidupan ‘normal’ tidak semua surprise terlihat menyenangkan, memang ada yang bener-bener membuat kita seneng, deg-degan, galau sampai yang nangis darah.
Kalau surprise ‘pura-pura’ itu biasanya dari temen atau orang tersayang kita tapi kalo surprise di kehidupan ‘normal’ itu datengnya dari……
Tebak dari siapa??
Yup!
Dari Tuhan kita, Alloh…. 

Surprise atau kejutan itu datengnya tak terduga, gak bakal bisa kita prediksi. Dan itu keliatan banget di awal tahun ini, 2014. Surprise ini mulai dari urusan pekerjaan sampai urusan hati #ehMakanya saya perlu tuliskan, agar jadi reminder dan bahan pembelajaran buat saya pribadi atau mungkin bagi temen-temen yang melongok tulisan ini…. :D 

Sayangnya, kamera saku saya sedang ‘berobat’ jadi ndak didukung dokumentasi ni :’(

Pekerjaan, ada beberapa tes yang saya jalani, ada beberapa tawaran yang perlu saya pertimbangkan dengan hebat. Hebat artinya perlu tanya sana-sini, galau berhari-hari, ekstra minta petunjuk Alloh. Ya, karena tawaran ini tidak pernah saya duga sebelumnya, dan dampaknya jangka panjang.

Ketika perpisahan SMK yang bertepatan dengan milad saya, anak-anak memberikan surprise bertubi-tubi.Dua tart dan kado-kado yang tidak saya bayangkan! Dapet kado dari sister jauh dan sekolah, yang warnanya merah!! Hwuahwaa… kenapa bisa matching gtu ya?

Sempet tes STIFIN dan hasilnya Mesin Kecerdasan saya adalah INSTING! Bukan Intuiting atau Feeling yang diduga selama ini! Ya… karena selama ini saya rasa Insting adalah manusia langka. Jarang saya temui. Rasanya ini bener-bener surprised! Apa itu tes STIFIN? Buka aja di stifin.co.id

Dapat email dari salah satu dosen, hubungannya dengan project saya dulu. Rasanya, Ya Alloh… beliau masih care dengan saya dengan cara beliau sendiri.

Selain itu, surprise yang begitu menguras tenaga, pikiran dan airmata yang hubungannya dengan kesalahpahaman. Dimana hal ini berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, sampai saya merasa siap dengan kemungkinan terburuk, jiwa. Ya, sudah saking ‘angkat tangan’ nya dengan masalah ini. Sebenarnya udah lebih dari satu tahun tapi sampai sekarang masalah itu belum bener-bener clear. Nggak tahu kenapa ini meledak lagi. Kadang  mikir, kenapa mereka bisa se’drama’ ini? Kenapa gak menggunakan kepala dingin? Hmmm… sabar dah sabar…

Apapun surprise atau kejutan yang Alloh berikan, tak lain tak bukan. Agar semakin dekat kepada-Nya. Semakin mawas diri. Kau tahu? Ketika kau dekat dengan Tuhanmu? Kau tak butuh apa-apa, hanya butuh Dia. Butuh Dia. Tak takut dengan semua rintangan di depan. Punya Dia, bukan berarti pasrah tanpa usaha. Tapi ini sebuah kekuatan, untuk membuat-Nya semakin cinta pada kita. Dengan memberikan usaha terbaik, dan biarkan Alloh yang sempurnakan. Gunakan potensi yang Alloh berikan, untuk menghadapi setiap kejutan.

Surprise itu bikin hidup kita berirama, gak cuma satu nada.... :)






Jumat, 31 Januari 2014

MOVE UP! UP ! UP!



Ikan salmon dapat berkembang biak di tempat baru, ketika pindah… 

Filosofi manusia setengah salmon baru bisa aku pahami beberapa hari ini. Ya…gara-garanya dipaksa adek buat lihat filmnya Radit. Kata filmnya, hidup itu harus move on, kalo bisa malah move up
Gak cuma pindah dari satu ‘tempat’ ke ‘tempat’ lain, tapi juga berusaha menjadi lebih baik.  
MOVE UP!

Move up dari satu keputusan ke keputusan lain, dari satu mimpi ke mimpi yang lain, dari satu persepsi ke persepsi yang lain. 

Ah…aku jadi inget masa-masa pendampingan SMK, yang membuat aku merasa begitu nyaman. Dengan lingkungan yang kondusif, guru-guru yang ramah, anak-anak yang antusias, dan mimpi-mimpi yang ingin aku bangun bersama mereka…

Kontrak kerja sudah mulai habis kala itu, ada tawaran untuk melanjutkan ngajar disana dan salah satu sekolah di Ngawi kota. But finally, karena beberapa pertimbangan, akhirnya tidak aku ambil. Di awal-awal hari setelah perpisahan, masih ada banyak sesal, dengan keputusan yang diambil. Apalagi ditambah kenyataan nyari kerjaan disini tak mudah. Udah enak-enak dapat tawaran disana, kenapa ditolak juga? Dua tempat pula! Apalagi anak-anak disana masih suka sms, bilang kangen, bilang gak semangat belajarlah … tambah berat sajalah hati ini.

Tapi, bukankah ketika mengambil keputusan ini aku libatkan Alloh dan juga orang tua ? Yup! Kembali mengucapkan bismillah untuk keputusan ini. Sudahlah tak perlu tengok ke belakang, memang selalu ada konsekuensi untuk setiap keputusan. 

Dengan keputusan ini bukan berarti aku melupakan mereka, bukan! Aku ingin nanti bisa sesekali datang kesana, dengan suasana yang berbeda dan ilmu yang baru. Tentunya dengan sesuatu yang lebih baik, yang bisa aku bagi ke mereka. Aku masih mencintai mereka, masih dan akan selalu…. Menjaga mereka lewat doa.

Masih ingat pesan Pak Kepsek saat perpisahan “Bu Indah masih muda, masih bisa banyak berkembang. Silakan melanglang buana, manfaatkan kesempatan sebaik-baiknya Bu…

Pesan ini masih segar dalam ingatan, pesan untuk move up!

MOVE UP! UP ! UP!



Senin, 27 Januari 2014

(TENGAH II) PENDAMPINGAN SMK


Kalau beberapa waktu lalu saya pernah menceritakan bagaimana kegiatan teaching selama Pendampingan SMK, sekarang  saya akan menceritakan kegiatan non teaching, antara lain memberikan pelatihan lifeskill, BBQ, perpustakaan berjalan. Rasanya seneng banget bisa berbuat sesuatu walaupun kecil... :)

1.      Pelatihan Lifeskill 
Pelatihan ini sebagai sarana saya mentransfer ilmu, agar di waktu yang sesingkat ini saya bisa optimal memberikan wawasan kepada mereka. Tentunya ini tidak berhubungan langsung dengan materi pembelajaran tapi berhubungan langsung dengan kehidupan mereka selanjutnya. Saya coba membekali mereka dengan wawasan yang berbeda agar lebih siap menghadapi tantangan zaman. Heuheu… agak berat ya bahasanya? :D
Materi yang saya berikan antara lain: pengelolaan keuangan, manajemen tugas, etika pergaulan, penjualan online, cara meningkatkan kepercayaan diri dan lain sebagainya. Diadakan setiap Jumat pukul 11.30, sasarannya memang anak-anak perempuan. J
Pelatihan  online-shop
2.   Belajar Baca Quran (BBQ)
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya siswa yang belum bisa membaca Al Qur’an, padahal setiap muslim diwajibkan untuk mampu membaca, mempelajari dan mengamalkan isi Al Qur’an Kegiatan ini sebenarnya merupakan proker OSIS, tapi karena belum dapat pengajar yang tepat akhirnya saya dengan segala keterbatasan mengajari mereka.
Kegiatan ini dilakukan setiap hari Rabu dan Kamis sepulang sekolah. Dari sini saya juga terinspirasi untuk membuat kajian rutin untuk siswa, tapi belum bisa terrealisasi. Rencananya akan saya amanahkan ke anak-anak OSIS untuk mengadakan kegiatan ini. 

Dimulai dari Baca Iqro' ya... :)

3.      Wakaf Al Quran
Setiap pembelajaran Agama Islam anak-anak diminta untuk membawa Al Qur’an, kadang ada anak yang lupa membawa dan harus menerima sanksi. Dari sini saya berpikir kenapa sekolah tidak menyediakan Al Qur’an saja? Agar tidak anak yang lupa dan standar Al Qur’an yang dipakai sama. Kebetulan di LAZIS UNS ada program wakaf Al Qur’an, saya coba mengajukan permohonan wakaf di SMK saya dan Alhamdulillah…. Sekarang ada 20 buah Al Qur’an di almari sekolah yang siap untuk digunakan. Hmm…semoga anak-anak semakin rajin untuk mempelajarinya J
Penyerahan simbolis Wakaf Al Qur'an kepada Guru PAI, Pak Nur

4.      Perpustakaan Berjalan
SMK tempat saya mengajar merupakan sekolah yang baru berdiri beberapa tahun yang lalu, sehingga beberapa fasilitas sekolah belum ada salah satunya adalah perpustakaan.
Menyadari pentingnya buku bagi anak-anak, maka saya berupaya mengadakan ‘perpus berjalan’ :D, saya membawa beberapa buku untuk mereka. Kebanyakan memang buku pengembangan remaja dan novel, ya…karena saya berpikir mereka perlu wawasan positif mengenai perkembangan yang terjadi di masa puber. Meminimalisir hal-hal  buruk yang mungkin terjadi. Sejauh ini anak-anak begitu antusias untuk meminjam buku J, oia selain itu saya juga membuka donasi untuk teman2 yang ingin berbagi buku dengan mereka J
Pamflet Donasi Buku :)

5.      Rapat Komite
Setiap tahun ada rapat komite di sekolah, tapi yang membuat saya kaget adalah adanya pasang kajang ketika Rapat di halaman sekolah. Kajangnya warna-warni seperti orang mau punya hajat, lebih kaget lagi ketika ada organ yang siap untuk menghibur dengan penyanyi domestic alias siswa-siswi SMK. Berasa hajatan bener… Hohoho.
Setelah tanya-tanya, memang biasanya seperti itu… Hmmm…setiap daerah bahkan setiap sekolah punya tradisinya masing-masing, nice moment! J
Suasana rapat komite

Aksi panggung Tesa, salah satu siswi SMK

6.      Gerak Jalan
Gerak Jalan Suryo 20 K se Kabupaten Ngawi diadakan setiap tahun, dan hal ini tidak saya sia-siakan untuk melihat anak-anak berlomba menempuh jarak 20 kilometer. Heuheu…saya tidak bisa membayangkan betapa capeknya mereka. Tapi Alhamdulillah mereka dapat melaluinya dengan baik dan menyambet Juara Harapan 1  J
Regu putri in action

Ketua Regu Putri , Vellyna :)


Begitulah sekelumit kegiatan yang saya ikuti dan jalankan selama Pendampingan SMK, sebenarnya masih ada pembuatan blog sekolah, classmeeting, kegiatan pramuka, dan sebagainya… Yupp...Rasanya tak akan pernah habis cerita Pendampingan.... :) 




Ngawi, Sept-Dec '13

Sabtu, 14 Desember 2013

Cerita Pernikahan (2)




Cerita kedua, dari seorang teman guru sebut saja Pak W, beliau adalah sosok yang saya kagumi. Entah untuk alasan apa, apa karena beliau cerdas? Kompeten? Atau karena apa? 

Sampai pada suatu siang, di jam istirahat beliau cerita tentang bagaimana awal pernikahannya..

Pak W dan istri  bertemu pada saat ada program KKN kampus, Pak W jurusan Teknik Mesin dan istrinya Ekonomi Pembangunan. Interaksi selama KKN menumbuhkan rasa-rasa yang sulit dimengerti, kebanyakan orang menyebutnya cinta. Pada saat menikah usia Pak W 24 tahun. Usia 24 adalah usia yang cukup muda untuk seorang laki-laki  menikah, menurut saya. 
Pak W yang pada saat itu mengambil jurusan Teknik Mesin murni akhirnya memilih kuliah lagi ambil akta 4, agar bisa ngajar. Karirnya dimulaai dari menjadi seorang GTT, ketika beliau menikah pun masih menjadi GTT dengan gaji sekitar Rp 100 rban.

Saya tanya, kok Bisa ya Pak? Kenapa Bapak begitu yakin untuk menikah dengan gaji yang terbatas? Beliau sampaikan, yak karena ingin menikah saja. Bismillah saja. Subhannallah…betapa beliau begitu mantap mengambil keputusan itu. 

Setelah menikah rasanya pintu rezeki terbuka begitu lebar, beberapa tahun setelah menikah ada pengangkatan Pegawai Negeri dan Alhamdulillah diangkat. Saat itu juga beliau mulai dikarunia anak pertama, yang sekarang sudah di kelas 2 SD. Beberapa tahun setelah pengangkatan, mulailah ada kabar sertifikasi. Beliau pun segera mempersiapkan berkas-berkas sertifikasi guru. Sebelum dinyatakan lulus sertifikasi, beliau sudah mengambil kuliah Master Pendidikan. Kenapa?  Karena beliau mendapat informasi, kalau guru PN (yang sudah sertifikasi atau belum, lebih jelasnya saya lupa) harus lulus S2, kalau tidak, maka di usia 50 tahun ia akan dipensiun. Ya, lebih awal dari usia jabatan seharusnya.

Heuheu…rasanya mantap sekali, apapun keputusan yang beliau ambil. Sampai sekarang beliau masih berkepala 3 tapi sudah menjadi guru sertifikasi, master pendidikan, dosen di salah satu universitas swasta. Oia beliau juga sempat cerita kalo pernah ikut seleksi magang di Jepang. 
Hmm, kenapa saya jadi cerita karir beliau ya? Hehehe. Back to topic dah…

Intinya, ketika beliau menikah, yang dibutuhkan adalah keyakinan. Yakin untuk menikah. Yakin untuk mengambil keputusan. Walaupun tak selamanya mulus, tapi yakin akan selalu ada jalan.



Sebenarnya ada banyak cerita pernikahan di sekitar saya, tapi dua cerita tadi yang masih segar dalam ingatan saya. Ya…karena belum lama saya dapatkan :D


Keyakinan

Itulah yang saya simpulkan dari 2 cerita sebelumnya dan beberapa cerita yang tidak saya tulis, bahwa orang memutuskan dan mempertahankan menikah karena sama keyakinan. Ini bukan keyakinan agama ya,kalau soal itu WAJIB sama. Tapi keyakinan bahwa sama-sama akan bahagia, yakin untuk kehidupan yang lebih baik, yakin akan mampu membahagiakan pasangan. Yakin mampu menghadapi setiap rintangan dengan pasangan. Yakin.

Keyakinan ini bisa timbul karena adanya presepsi yang sama akan suatu hal, istilahnya kesamaan visi. Karena kita sevisi.  Bisa juga karena melihat sifat atau sikap yang membuat kita yakin, misalnya sikapnya yang bertanggung jawab pada tugas. Atau mungkin tanpa alasan yang jelas, ketika bertemu yakin saja, nggak tahu kenapa udah yakin aja. Feeling. Keyakinan atas nama Tuhan rasanya lebih utama, bahwa pernikahan adalah salah satu cara untuk menjalankan syariat-Nya. Keyakinan yang datangnya dari hati yang bersih, sehingga mudah bagi Tuhan untuk memberikan petunjuk. Mudah bagi Tuhan menyisipkan macam-macam rasa kepada hambanya, tak kecuali rasa yakin.


Membahagiakan

Keyakinan untuk bisa saling membahagiakan, bukan hanya ingin dibahagiakan. Ketika tak ada hal itu, berarti beda 'keyakinan' donk... Kalau beda 'keyakinan' susah jalannya. Hohoho. Untuk saat ini, begitu pemahaman saya..  :D
Dasar untuk menikah adalah keyakinan untuk mampu saling membahagiakan, lebih spesifik lagi,   
bahagia dunia maupun akhirat..:)